Tim Respon Kasus Balai Anak “Handayani” Tanggapi Pengaduan Masyarakat Kasus 4 Anak dengan HIV/AIDS

JAKARTA, (7 Mei 2020) – Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta kembali menerima pengaduan masyarakat terkait permasalahan anak melalui sambungan telepon ke Balai Anak “Handayani” di Jakarta dengan nomor 0218445679. Kali ini pengaduan berasal dari Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI). Kondisi darurat ini dialami oleh 4 anak dengan HIV/AIDS yang terdampak covid-19. 3 diantaranya “N”, “I” dan “A” berada di sekitar wilayah Koja, Jakarta Utara, sementara “R” berada di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. Keempatnya bukanlah satu keluarga, namun berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Diketahui “R” tinggal bersama ayahnya, namun dalam kondisi pandemi ini membuat ayah “R” tidak berpenghasilan karena berhenti bekerja. Mereka tinggal berlima di sebuah kontrakan yang sangat sempit hingga harus berdesak-desakan dengan anggota keluarga lainnya. Keluarga ini sangat kesulitan untuk sekedar makan dan memenuhi kebutuhan dasar kelurga.

“N” tinggal bersama neneknya karena telah lama sang Ibu meninggalkannya. Hingga detik diturunkannya berita ini, Ibu “N” tidak pernah melakukan kontak apapun. “N” dan neneknya dalam kondisi rentan serta tidak memiliki sumber penghasilan, diperparah dengan kondisi pandemi ini.

Sementara “I” tinggal di sebuah kontrakan yang sangat sempit bersama ayah dan ibu yang merupakan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ayahnya pula diketahui memiliki penyakit lainnya yaitu Tuberkulosis, dan masih dalam masa perawatan. Namun, semua itu terhenti karena baik ayah maupun ibu “I” tidak memiliki penghasilan apapun disebabkan kondisi pandemi ini.

Selanjutnya “A”, memiliki kondisi yang tidak jauh berbeda dengan ketiga anak tersebut. Ia tinggal bersama ibunya yang merupakan ODHA dan kesulitan memenuhi kebutuhan kehidupannya karena tidak bisa mencari nafkah dalam kondisi pandemi ini.

Kondisi anak dengan HIV/AIDS ini sungguh memprihatinkan karena selain sulit terpenuhinya gizi harian, mereka juga setiap harinya harus mengkonsumsi obat anti retroviral (ARV) demi mencegah penyebaran virus di dalam tubuhnya.

Merespon pengaduan tersebut, dengan sigap Kepala Balai Anak “Handayani” di Jakarta, Neneng Heryani menugaskan dan memberi arahan kepada tim respon kasus untuk segera melakukan asesmen, menganalisa kebutuhan, memenuhi kebutuhannya, serta menghubungkan dengan sistem sumber. Tim respon kasus hari ini terdiri dari pekerja sosial dan psikolog.

“Saat ini masyarakat sudah mulai lebih peduli dengan sesama. Balai Anak “Handayani” di Jakarta akan terus melakukan sosialisasi penanganan anak dalam situasi darurat yang terdampak covid-19 untuk segera merespon demi kepentingan terbaik bagi anak”, kata Neneng

Tim Respon Kasus Balai Anak “Handayani” segera menindaklanjuti arahan kepala Balai, dengan melakukan asesmen dan diketahui apa saja kebutuhan dasar keempat anak tersebut yang harus segera dipenuhi.

Selain melakukan asesmen, tim respon kasus juga memberikan konseling bagi anak dan keluarga serta pemberian motivasi agar anak dan keluarga tetap bersemangat dalam menjalankan kesehariannya.

Pada hari yang sama, tim respon kasus telah memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan gizi anak serta melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dan Yayasan Lentera untuk dapat memberikan dampingan lanjutan kepada empat anak tersebut. Selanjutnya, Balai Anak “Handayani” di Jakarta akan terus melakukan monitoring berkala kepada empat anak tersebut.

Penulis: Tirani dan Sri Musfiah
Editor: Humas Ditjen Rehsos

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *