Tim LDP Balai Anak “Handayani” Kemensos Berikan Terapi Psikososial kepada Warga Terdampak Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Jakarta, (1 April 2021) – Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Balai Anak “Handayani” bertolak ke lokasi pengungsian korban terdampak Kebakaran Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Balai menurunkan pekerja sosial dan psikolog untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada warga terdampak, terutama anak-anak.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini telah mengunjungi lokasi pengungsian di GOR Bumi Patra dan menyampaikan langsung bantuan logistik senilai total Rp 305.184.250 untuk penanganan dampak bencana kebakaran dan mendirikan dapur umum.

Tim LDP terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Indramayu yang diwakili oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia, Abdul Kalim.

“Saat ini ada 5 desa yang terdampak, itu yang berada di radius 300 m sampai 1 km dari lokasi kilang. Saat ini belum ada laporan korban jiwa, tapi memang ada yang meninggal karena kaget dan serangan jantung,” ujar Abdul.

Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan menyebabkan sedikitnya 6 orang mengalami luka berat, 29 orang luka ringan, dan lebih dari 900 orang mengungsi. Abdul mengatakan bahwa saat ini warga diungsikan di tiga titik.

“Ada 3 titik pengungsian yang telah disiapkan, ada di Pendopo Kabupaten, Masjid Islamic Center, dan GOR Bumi Patra. Warga mengungsi karna rumah nya rusak, kaca nya ada yang pecah, dan plafon nya ambruk,” sebutnya kepada Tim Balai Anak Handayani.

Setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Tim segera menuju GOR Bumi Patra untuk melakukan asesmen dan terapi psikososial.

“Kami sedang melakukan pendataan, sekaligus asesmen kepada anak-anak untuk mengetahui apakah ada indikasi trauma atau tidak. Saat ini kamu sudah melakukan asesmen kepada 96 anak,” jelas Psikolog Balai Anak “Handayani”, Fathimatuzzahroh Rahmah.

Ia mengatakan sejauh ini beberapa anak teridikasi mengalami trauma, dan sebagian lainnya tidak. Indikasi trauma tersebut seperti takut mendengar petir atau suara keras. Untuk mengurangi trauma ini, Tim Balai Anak “Handayani” juga telah memberikan terapi psikososial dengan mengajak anak bermain.

“Tadi anak-anak sudah kami ajak bermain agar mereka bisa melupakan sejenak situasi tidak menyenangkan yang mereka alami. Kami sudah siapkan beberapa reacreational kit yang akan digunakan dalam proses terapi dan trauma healing ,” lanjutnya.

Tim Balai Anak “Handayani” berada di pengungsian GOR Bumi Patra selama tiga hari sejak 30 Maret hingga 1 April 2021

Pada hari ketiga, Tim Handayani melanjutkan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada pengungsi. Setelah melakukan asesmen pada pengungsi pada hari pertama, teridentifikasi beberapa anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Hasil identifikasi tersebut berdasarkan wawancara dan observasi orang tua serta anak yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2021. Ada 7 anak yang mendapatkan treatment lanjutan yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 31 Maret dan 1 April 2021. Namun pada hari kedua, ada 1 anak yang tidak dapat hadir karena pindah mengungsi ke rumah saudara.

Pada hari pertama, anak-anak merasa takut ketika melihat api dan mendengar suara dentuman keras. Pada hari kedua, anak-anak merasa lebih berani, rasa takutnya cukup menurun.

Adapun Treatment yang diberikan kepada anak adalah penerapan
Teknik Flooding dengan cara imajeri, yaitu menghadirkan stimulus yang ditakuti dengan cara membayangkan situasi yang semakin meningkatkan
kecemasan dan rasa takutnya.

Setelah selesai melakukan treatment tersebut, 7 anak dan 33 anak lainnya mendapatkan bantuan pemenuhan nutrisi dan alat tulis sekolah sesuai dengan asesmen kebutuhan yang dilakukan Tim Handayani. Berdasarkan asesmen, terdapat 40 anak yang diberikan bantuan. Bantuan ini diberikan secara bertahap agar tidak menjadi kecemberuan untuk pengungsi lainnya.

Pemenuhin nutrisi yang diberikan antara lain biskuit, wafer, dan susu. Untuk alat tulis yang diberikan adalah pensil, pulpen, buku tulis, buku gambar, pensil warna, penghapus, dan serutan.

Penulis :
1. Fathimatuzzahroh R. Gustiani
2. Rizka Surya Ananda

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat
Hubungi Kami
Hallo!
Ada yang bisa kami bantu?