Tanggap Pengaduan Masyarakat, Balai Anak “Handayani” Serahkan Bantuan bagi Anak Balita Hidrosefalus

BANDUNG (08 April 2020) – Pada hari ini, Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta kembali menerima pengaduan masyarakat. Kali ini pengaduan datang dari salah satu Ibu Pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Kecamatan Coblong Kota Bandung. Ia memberikan informasi berkaitan dengan kondisi darurat yang dialami seorang balita “MR” yang masih berusia 4 tahun dan memiliki penyakit bawaan lahir yaitu hidrosefalus. Kondisinya mengkhawatirkan karena “MR” mengalami kesulitan dalam pemenuhan gizi.

Diketahui Ibunya merupakan seorang single mother yang harus bekerja mencari nafkah seorang diri. Ayah “MR” meninggalkan keduanya, saat “MR” masih di dalam kandungan. Sehari-hari Ibu “MR” bekerja tidak menentu, terkadang ia menjadi asisten rumah tangga atau bekerja serabutan. Ia seringkali kesulitan bekerja karena tidak ada yang menjaga “MR”. Kondisi ekonomi keluarga “MR” makin terpuruk dengan pandemi covid-19 ini. Ibu “MR” saat ini tidak memiliki penghasilan sama sekali karena tidak bisa bekerja dimanapun.

“MR” mengalami penumpukan cairan di kepalanya sehingga menyebabkan kepalanya semakin membesar. Sehari-hari “MR” hanya bisa tertidur dan tidak bisa bergerak secara leluasa sebagaimana balita seusianya. Saat ini “MR” harus dibantu dengan selang yang ditanamkan di sekitar kepala hingga punggung untuk membantunya mengalirkan cairan di otak. Apabila selang tersebut tidak ditanamkan, maka kepalanya akan terus membengkak.

“MR” bersama ibunya tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat sempit dan padat penduduk. Untuk menuju ke rumah kontrakan tersebut, harus melalui beberapa gang sempit. Rumah kontrakan tersebut pula tidak disertai ventilasi udara yang baik, sehingga terasa cukup pengap saat berada di dalam rumah kontrakan tersebut. Dinyatakan oleh Ibu PKK, bahwa “MR” belum pernah mendapatkan bantuan sosial apapun.

Menanggapi pengaduan masyarakat tersebut, Kepala Balai Anak “Handayani” di Jakarta menugaskan dan memberi arahan kepada tim respon kasus untuk segera terjun ke lapangan, memantau, serta membantu pemenuhan gizi anak.

“Kondisi pandemi covid-19 ini memang sangat berdampak pada seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Kota Bandung juga merupakan wilayah jangkauan Balai Anak “Handayani” di Jakarta, sehingga tim respon kasus harus segera menanggapi kasus “MR” secepat mungkin”, ujar Neneng

Tim respon kasus segera menindaklanjuti tugas dan arahan dari Kepala Balai. Sesampainya di rumah “MR”, tim respon kasus segera melakukan asesmen kebutuhan anak dan memberikan motivasi kepada Ibu “MR” agar tetap semangat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Pada hari yang sama pula, tim respon kasus segera membantu “MR” dengan pemberian pemenuhan gizi seperti susu, vitamin, buah, dan makanan pendukimg lainnya yang dibutukan oleh “MR”. Tim respon kasus Balai Anak “Handayani” melakukan koordinasi dengan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) di Jawa Barat untuk membantu melakukan pendampingan lanjutan bagi “MR”.

Penulis: Tirani Larasati
Editor: Humas Ditjen Rehsos

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *