Sentra Handayani Lakukan Asesmen Bagi PPKS Calon Penghuni Rusunawa

JAKARTA (18 Juni 2022) – Sesuai arahan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Sentra Handayani Jakarta melakukan asesmen awal bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) calon penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di daerah Pondok Kopi, Pasar Rebo dan Kramat Jati Jakarta Timur.

Pembangunan Rusunawa yang digagas Menteri Sosial Tri Rismaharini ini digunakan bagi PPKS sebagai tempat tinggal sementara yang layak bagi pemulung, gelandangan, pengemis, manusia gerobak, lanjut usia telantar serta masalah sosial lainnya yang memenuhi kriteria seperti belum memiliki tempat tinggal, telah berkeluarga, telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mempunyai penghasilan dan dapat membayar sewa, dengan biaya sewa yang harganya sangat terjangkau.

Bekerjasama dengan beberapa Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di Jakarta Timur, LKS Rumah Belajar dan LKSA Akur Kurnia. Tim Asesmen bertemu dengan PPKS yang sangat berharap untuk bisa tinggal di Rusunawa Kemensos.

Nenek Aisyah (72) yang telah satu tahun ini hidup sebatang kara setelah ditinggalkan almarhum suaminya di sebuah rumah yang kurang layak yang ia sewa Rp. 500.000/bulan. Meskipun matanya sudah agak buram dan jalannya tertatih, Nek Aisyah masih terus berupaya untuk menghidupi dirinya dengan berdagang kue kembang goyang yang ia ambil dari orang dengan pendapatan Rp. 100.000,-/hari. Ia sangat berharap dapat segera menghuni Rusun milik Kementerian Sosial. “Mudah-mudahan nenek bisa dapet rumah disitu ya, biar lebih enak”, ujarnya.

Rusunawa yang terdiri dari lima lantai dengan kapasitas 93 unit hunian tipe 24 ini dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai. Tempat parkir, jaringan air bersih, sanitasi dan listrik telah disiapkan. Selain itu setiap kamar juga berisi meubelair (tempat tidur, lemari, meja dan kursi) yang cukup memadai.

Semoga dengan kehadiran Rusunawa ini PPKS dapat hidup di tempat tinggal yang lebih layak sehingga mereka mampu fokus meningkatkan ekonominya hingga pada titik mandiri.

Penulis :
Dwi Oktavia
Penyuluh Sosial Ahli Muda

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *