Selamatkan dari Pasung, Kementerian Sosial Kirim Orang dengan Gangguan Mental (ODGM) ke Rumah Sakit Jiwa

LAMPUNG, (28 Juli 2022)- Kementerian Sosial melalui Sentra “Handayani” di Jakarta bersama Direktorat RSPD mendapatkan informasi yang sebelumnya cukup viral di Lampung. Informasi tersebut mengenai Orang Dengan Gangguan Mental (ODGM) yang meresahkan masyarakat di lingkungan sekitar, “IJ” (48). Saat kambuh, “IJ” akan merusak barang warga, merampas barang warga, mengamuk dengan membawa parang, linggis, kayu, atau barang lainnya. Alih-alih membawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), keluarga “IJ” yang tidak memahami penanganan ODGM memasung “IJ” agar tidak lagi meresahkan masyarakat di lingkungan sekitarnya, sudah hampir sebulan lamanya.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Sentra “Handayani”, Romal Sinaga segera membuat tim untuk melakukan respon kasus dan membantu penanganan “IJ”. “Segera lakukan asesmen dan penanganan komprehensif, cari tempat terbaik bagi “IJ”, hindari pasung”, pesan Romal.

Tim Sentra “Handayani” di Jakarta segera mendatangi kediaman keluarga “IJ’ dan langsung melakukan pendalaman masalah dengan melakukan asesmen dan observasi. Diketahui bahwa proses pasung yang terjadi pada “IJ” adalah sebuah tindakan yang terpaksa dilakukan oleh keluarga mengingat “IJ” mengancam akan membunuh Ibunya. “IJ” menderita gangguan mental sejak ia duduk di bangku kelas 2 SMP. Saat itu, keluarga sempat membawa “IJ” untuk berobat ke RSJ, namun setelah dilakukan penanganan di RSJ dan “IJ” cukup menunjukkan perubahan yang lebih baik, ia dikembalikan kepada pihak keluarga. Sayangnya, tak lama “IJ” kambuh kembali. Selain itu, keluarga juga bahkan sudah membawa “IJ” untuk berobat secara alternatif ke Rangkas Bitung.

Tahun 2018, adalah puncak keresahan masyarakat. “IJ” mulai sering menyerang masyarakat sekitar. Bahkan “IJ” pernah menyakiti dan mencekik seorang perempuan di daerah pegunungan. Sebelumnya, “IJ” merupakan seorang petani pisang. Ia juga sempat menikah dan memiliki dua anak, namun sang mantan istri sering diancam sehingga membuatnya tidak nyaman dan akhirnya memutuskan untuk bercerai. Saat ini, “IJ” tinggal bersama kakak kandungnya karena Ibu “IJ” merasa resah dengan ancaman “IJ” yang ingin membunuhnya.

Tim Sentra “Handayani” selanjutnya melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, Kepala Desa dan menjelaskan kondisi yang dialami oleh “IJ” harus segera mendapatkan penanganan secara medis. Kemudian, langsung dilakukan kordinasi dengan Puskesmas setempat agar membantu proses pemindahan “IJ” ke RSJ untuk dilakukan perawatan dan rehabilitasi medis di RSJ. Saat proses pemindahan “IJ”, tim Sentra “Handayani” juga melakukan koordinasi dengan Polsek dan pihak keamanan setempat.

“IJ” akan diberikan rehabilitasi medis di RSJ selama 27 hari. Sentra “Handayani” juga memberikan bantuan Atensi bagi “IJ” berupa kebutuhan pokok, nutrisi, dan alat kebersihan diri. Selanjutnya Sentra “Handayani” akan tetap melakukan monitoring terhadap kondisi “IJ” serta berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Dinas Sosial dan perangkat Desa setempat.

Penulis: Tirani Larasati

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *