Respon Kasus Anak Disabilitas di Sukabumi, Kementerian Sosial RI Berikan Bantuan Pemenuhan Nutrisi

SUKABUMI, (21 November 2020) – Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak “Handayani” di Jakarta menerima informasi dari Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Sukabumi yang menyatakan bahwa terdapat 10 anak-anak disabilitas yang terdampak Covid-19. Informasi tersebut disampaikan melalui pesan pada aplikasi Whatsapp Balai dengan nomor +6285894108978.

Pekerja Sosial langsung mendatangi 10 rumah anak tersebut dan melakukan asesmen. Berdasarkan hasil asesmen, diketahui bahwa 7 anak mengalami kondisi bed ridden atau yang lebih dikenal dengan kondisi lumpuh layu, 1 anak mengalami kondisi autisme, 1 anak tuna rungu, dan 1 anak lagi memiliki kondisi disabilitas dikarenakan riwayat kejang saat usia balita. Seluruhnya, berasal dari keluarga pra sejahtera dimana orang tua hanya bekerja sebagai buruh harian lepas bahkan tidak bekerja atau telah dirumahkan karena kondisi Covid-19. Hal tersebut yang seringkali membuat orang tua kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup anak dan keluarganya sehari-hari.

Diantara 10 anak tersebut, terdapat satu anak “AD” yang berusia 11 tahun dan memiliki potensi yang luar biasa. “AD” memiliki cita-cita ingin menjadi Hafiz Al-Qur’an (penghafal Al-Qur’an). Saat ini “AD” sudah mampu menghafal 2 _juz. Hal ini didukung oleh Ibunya yang setiap hari membantu “AD” menghafal Al-Qur’an. “Setiap hari saya gendong, saya antar dan jemput ke sekolah agamanya. Gapapa yang penting anak saya bisa meraih cita-citanya, saya juga sering bantu sedikit-sedikit biar anak saya cepet hafal,” ujar Ibu “AD”.

Selain “AD”, terdapat anak lainnya, “HZ” yang berusia 5 tahun. Saat ini, “HZ” masih terus menunjukkan perkembangan yang baik walaupun dalam kondisi tuna rungu. Sayangnya, alat bantu dengar milik “HZ” saat ini sudah rusak sehingga “HZ” benar- benar kesulitan dalam mendengar. Selain “AD” dan “HZ”, 8 anak disabilitas lainnya masih banyak yang memiliki potensi yang luar biasa dan semangat untuk memperoleh pendidikan formal.

Dalam kesempatan ini, Pekerja Sosial juga memberikan penguatan dan edukasi dalam pendampingan anak. Selanjutnya, Balai Anak “Handayani” memberikan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi bagi 10 anak tersebut. Kebutuhan nutrisi dan gizi yang diberikan antara lain: beras, susu , vitamin, alat-alat bersih diri khusus pencegahan Covid-19, biskuit, hingga buah-buahan.

Tak hanya sampai disini, Balai Anak “Handayani” akan berkoordinasi dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, untuk dapat
memfasilitasi kursi roda, alat bantu, atau alat lain yang diperlukan oleh 10 anak tersebut.

Penulis: Sri Musfiah

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *