“NF” Tunjukkan Perkembangan Lebih Baik di Balai Anak “Handayani” Jakarta

JAKARTA (17 Mei 2020) – Sejak 21 April 2020, “NF” telah dirujuk ke Balai Anak milik Kementerian Sosial oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Berdasarkan Undang-Undang No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) bahwa seorang anak yang berkonflik dengan hukum (red: sebutan seorang anak yang menjadi pelaku tindak pidana) tidak dapat dilakukan penahanan. Selain itu, dijelaskan pula bahwa selama proses hukum berjalan bagi Anak dapat dititipkan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS), namun apabila tidak terdapat LPAS maka dapat dititipkan di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS).

Berdasarkan hal itu, juga merujuk pada Keputusan Menteri Sosial No. 107/HUK/2019 tentang Penetapan LPKS dan Rumah Perlindungan Sosial (RPS) sebagai Pelaksana Rehabilitasi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), terdapat 98 LPKS dan 39 RPS ABH yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial untuk menangani ABH di seluruh Indonesia termasuk Balai Anak “Handayani” di Jakarta.

Hal tersebut mendasari pemberian Program Rehabilitasi Sosial Anak (Progresa) bagi “NF” di Balai Anak “Handayani” di Jakarta. Progresa meliputi pemberian terapi psikososial, terapi mental spiritual, terapi fisik, dan terapi penghidupan yang merupakan peningkatan minat bakat serta pelatihan keterampilan.

Setelah hampir satu bulan lamanya, perlahan “NF” telah menunjukkan perkembangan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil asesmen, awalnya “NF” senang menyendiri, sulit beradaptasi dan sulit menyesuaikan dirinya di Balai. Saat ini sosialisasi “NF” mulai menunjukkan kemajuan. Saat ini “NF” mulai terbuka dengan petugas dan mau berbaur dengan anak lainnya di Balai.

Berdasarkan pendalaman oleh psikolog, diketahui “NF” tidak lagi menunjukkan rasa cemas dan khawatir dan sudah mulai tenang serta nyaman berada di Balai Anak “Handayani” di Jakarta.

Selain itu, “NF” semakin menunjukkan rasa penyesalannya dan lebih dekat lagi dengan Allah SWT. “NF” rajin melaksanakan ibadah juga mengikuti semua kegiatan terapi mental spiritual yang dilakukan oleh pembimbing agama di Balai.

Saat ini “NF” mulai menggambar objek lain seperti pemandangan alam. Semangatnya bertambah karena “NF” mendapatkan hadiah ulang tahun berupa perangkat lukis dari Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat saat lakukan kunjungan pemantauan progresa bagi “NF” di Balai Anak “Handayani” (15/05).

“Tolong terus lakukan pendalaman kepada “NF” serta dukung potensi melukisnya. Nanti saya akan beri dukungan kepada “NF” dengan belajar melukis bersama”, pungkas Harry

Hingga detik ini, para Pekerja Sosial serta Psikolog masih terus melengkapi asesmen serta memantau setiap perubahan yang ditunjukkan oleh “NF”. Diungkapkan oleh “NF”, ia berharap untuk tetap dapat menjalani hukumannya di Balai Anak “Handayani” Jakarta dibandingkan harus mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu.

Penulis: Tirani Larasati
Editor: Humas Ditjen Rehsos

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *