Mereka Adalah Bagian Dari Anak Indonesa Yang Harus Dilindungi

Dengan berpegang surat tugas dari Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlinungan Khusus (BRSAMPK) Handayani tanggal 26 Februari 2020 nomor surat : 1788-4.2.1/RH.01.02/2/2020 tim Pekerja Sosial melakukan respon kasus terhadap anak yang diselamatkan oleh SATPOL PP diwilayah Surabaya pada tanggal 7 Februari 2020.  Mereka terdiri dari 10 (sepuluh) anak yang sedang dalam masa mencari jati diri. Pada tanggal 27-28 tim Pekerja Sosial yang terdiri Sri Musfiah, Vivi Marlina, Zaenal dan Farury melakukan penelusurun dI enam wilayah kabupaten. Dalam melakukan respon kasus tim Pekerja Sosial hanya dibekali desa dan nama, karena dalam pelaksanaan penyerahan dari Pemerintah Daerah Kota Surabaya ke Dinas Sosial Kabupaten Indramayu luput dari pendokumentasian. Untuk mengefektifkan dan mengefesienkan pelaksanaan respon kasus maka tim di bagi dua. Dalam melaksanakan respon kasus tersebut  bertujuan untuk:

  1. Melakukan Identifikasi kebenaran ke 10 (sepuluh) anak yang telah di kembalikan dari LIPOSOS Surabya ke Dinas Sosial Kabupaten Indramayu.
  2. Melakukan Asesmen
  3. Melakukan koordinasi dan komitmen dengan pemerintah daerah terkait rencana tindak lanjut pendampingan dan monitoring terhadap 10 (sepuluh)  dalam pengsuhan keluaga., yaitu HMF, DA, M, C, D, UH, RF, APPN, AG dan RRN.

Berdasarkan hasil pelaksanaan asesmen terhadap 10 (sepuluh) anak diperoleh data dan informasi sebagian besar dari mereka sering menonton pertandingan bola apabila klub Viking Bandung dan Persebaya. Walaupun mereka berasal dari daerah Jawa Barat namun mereka selalu menjadi pendukung bila Persebaya Surabaya bertanding, mereka beranggapan bahwa klub Viking dan klub Persebaya Surabaya adalah saudara. Pada tanggal 5 Februari 2020 mereka berangkat Bersama-sama dari Palimanan Cirebon untuk menonton pertandingan Pesebaya di GOR Sepuluh November.

Mereka berangkat dari Paliman menuju Surabaya dengan menebeng truk secara estafet. Sampai  di kota Semarang mereka berhenti untuk mengamen sebagai bekal, setelah memperoleh cukup bekal makan mereka melanjutkan perjalanan dengan menebeng truk ke Kota Gresik. Sampai kota Gresik mereka berhenti untuk mengamen kembali, setelah memperoleh bekal cukup mereka berangkat ke Surabaya.

Pada pukul 13.00 tanggal 7 Februari  mereka tiba  di Surabaya, karena merasa lelah mereka beristirahat di depan alfa Pakal Surabaya. Saat mereka sedang istirahat di depan Alfa Pakal ada SATPOL PP yang sedang melakukan razia,  mereka  terazia selanjutnya ditempatkan di LIPOSOS Surabya.

Pada hari Minggu  tanggal 16 Februari 2020  mereka diserahkan oleh petugas SATPOL PP ke Dinas Sosial Kabupaten Indramayu yang diwakili oleh Kasi Rehabilitasi Sosial Bapak Karim.

Dari  10 (sepuluh) anak tersebut yang akan mendapatkan bantuan dana respon kasus sebanyak 3 (tiga) anak sesuai kriteria yang dimiliki yaitu H, US dan D.

Penulis : Sri Musfiah

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *