Kementerian Sosial Selenggarakan Atensi Keluarga bagi Anak Korban Pelecehan Seksual di Sukabumi

SUKABUMI, (7 Oktober 2020) – Kementerian Sosial melalui Balai Anak “Handayani” di Jakarta beberapa waktu yang lalu kembali menerima laporan mengenai kasus pelecehan seksual yang menimpa 8 anak di Sukabumi. Laporan tersebut berasal dari Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang menjelaskan mengenai 7 anak mengalami pelecehan seksual oleh kakek berusia 70 tahun yang tinggal di sekitar rumahnya dan 1 anak mengalami pelecehan seksual oleh ayah kandungnya.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Balai Anak “Handayani” melalui arahan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi. “Respon kasus ini segera, lakukan juga asesmen bagi anak-anak korban, cari tahu apa permasalahan dan apa kebutuhan mereka serta berikan edukasi melalui kegiatan family support”, kata Kanya. Selain itu, Kanya juga berpesan untuk melakukan respon kasus sesuai dengan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Tim Balai Anak “Handayani” akan menyelenggarakan family support melalui pemberian materi psikoedukasi bagi anak-anak korban dan parenting skill bagi seluruh para orang tua.

Sesampainya di Sukabumi, tim Balai Anak “Handayani” segera melakukan asesmen dan kegiatan family support . Tim dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu tim I yang bersama orang tua dan tim II bersama anak-anak. Tim I memberikan materi parenting skill kepada orang tua agar orang tua lebih memahami pola pengasuhan terbaik bagi anak. Sementara tim II memberikan materi psikoedukasi kepada anak agar anak-anak mengenali anggota tubuhnya sendiri, bagian mana saja yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain.

Tim juga memberikan rekomendasi mengenai hasil asesmen yang telah dilakukan kepada anak-anak, agar dapat ditindaklanjuti oleh orang tua terutama dalam upaya pengawasan dan perlindungan bagi anak. Setelah itu, kedua tim bergabung untuk mengunjungi seluruh rumah anak agar lebih mengetahui kondisi lingkungan anak.

Esoknya, kegiatan Atensi Keluarga, dilanjutkan dengan koordinasi dan pembahasan kasus seluruh anak dengan P2TP2A Kecamatan Sukaraja, PATBM Desa Limbangan, Motekar, PKK Kecamatan Sukaraja, tokoh masyarakat, dan Sakti Peksos Kabupaten Sukabumi.

Kesepakatan dari pembahasan kasus tersebut adalah anak akan menjalani rehabilitasi sosial untuk pemulihan psikososial dan kelanjutan pendidikannya. Setelah itu apabila kondisi anak sudah membaik maka anak akan dirujuk ke LKSA Nurun Nisa Cicurug Sukabumi. Balai Anak “Handayani” juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan seluruh anak melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Penulis: Sri Musfiah, Vivi Marlina, dan Fathimatuzzahroh Rahmah Gustiani

Editor: Humas BRSAMPK Handayani

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *