Kementerian Sosial Memberikan Bantuan ATENSI Kepada Anak Dalam Situasi Darurat di Tangerang Selatan

JAKARTA (3 September 2021)- Kementerian Sosial melalui Balai Handayani melakukan Respon Kasus terhadap anak yang orang tuanya terdampak ekonomi dalam kondisi Pademi Covid-19 di Tangerang Selatan.

Dalam merespon cepat surat Ibu Finah (bukan nama sebenarnya) kepada Ibu Menteri Sosial Kepala Balai Handayani menugaskan pekerja sosial untuk melakukan penjangkauan ke keluarga Ibu Finah di Tangerang Selatan.

Pekerja sosial bertemu dengan Ibu Finah dan Anak Mekar.
Anak Mekar tinggal bersama kedua orang tuanya di kontrakan yang berukuran 2.5×7 m2 terdiri dari ruang tamu dan semua aktivitas keluarga, ruang tempat tidur dan dapur dengan sekatan tanpa berpintu.

Ayahnya sebagai penjual roti kering yang tidak pasti pendapatannya sedangkan Ibu buruh cuci lepas dengan gaji Rp. 400 ribu perbulan, yang sebelumnya bekerja sebagai ojek online karena pademi sehingga berhenti. Keluarga tersebut masih harus membiayai anak yang masih sekolah dan membayar kontrakan Rp. 900 ribu perbulan.

“Saya memberanikan diri untuk kirim surat ke Ibu Menteri Sosial karena sering melihat Ibu di TV, orangnya baik dan memperhatikan rakyat kecil,” tutur Ibu Finah sambil berkaca-kaca.

Keluarga tersebut telah memiliki Kartu Keluarga Kelurahan Buaran sejak anak pertamanya kelas 1 SD. Data keluarga Ibu Finah belum masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga tidak terakses jaminan sosial apapun.

Pekerja Sosial bertemu dengan Bapak Ibrahim yang bertugas sebagai verifikator data Kesejahteraan Sosial. Berdasarkan informasi, keluarga Ibu Finah belum masuk DTKS karena keluarga tersebut berstatus mengontrak. Namun akan segera dimasukkan ke DTKS.

Selanjutnya pekerja sosial koordinasi dengan sekolah anak Mekar yang duduk di kelas 7 salah satu SMPN di Tangerang Selatan. Di sekolah tersebut Pekerja Sosial bertemu dengan Ibu Sri Isnainiwati, beliau menyatakan bahwa anak Mekar anak yang cukup rajin dalam mengerjakan tugas walaupun sekolahnya online, biaya sekolah bebas hanya seragam yang harus beli sendiri dan Mekar tidak memiliki tunggakan apapun di sekolahnya.

Balai Handayani akan memastikan bahwa anak-anak terpenuhi hak dasarnya. “Untuk itu Balai Handayani selain melakukan koordinasi dengan berbagai pihak juga memberikan bantuan kebutuhan anak seperti nutrisi, kebersihan diri dan peralatan sekolah sesuai hasil asesmen Pekerja Sosial,” ungkap Hasrifah Musa, Kepala Balai Handayani.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah membantu orang kecil,” ungkap Finah sambil menitikan air mata.

Pekerja Sosial memberikan dukungan psikososial kepada anak Mekar untuk tetap percaya diri dan semangat untuk belajar walaupun dengan kondisi kekurangan kedua orang tuanya.

Penulis: Sri Musfiah

Editor: Tirani Larasati

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *