Kemensos Lakukan Respon Kasus dan Memberikan bantuan ATENSI bagi Anak Korban Kekerasan Seksual di Wilayah Jawa Barat

JAWA BARAT (07 Agustus 2021) – Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak Handayani melakukan respon kasus atas laporan data Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak terkait anak korban kekerasan seksual. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Balai, Hasrifah Musa menugaskan pekerja sosial yang terbagi dalam beberapa tim untuk merespon data laporan, sehingga anak korban dapat tertangani sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya masing-masing.

Pekerja Sosial Balai Anak Handayani selanjutnya berkoordinasi dan bekerjasama dengan Satuan Bakti Pekerja Sosial dan dinas sosial di setiap kota/kabupaten untuk mengasesmen kebutuhan-kebutuhan, baik itu bagi anak korban dan bayi yang dilahirkan.

Tim pertama hingga hari sabtu (7/8) yaitu Sri Musfiah dan Fajar Putra selaku pekerja Sosial yang ditugaskan merespon 4 (empat) kabupaten di Jawa Barat telah melakukan respon kasus ke semua wilayah yang ditugaskan, yaitu 2 (dua) anak di Kabupaten Kuningan, 1 (satu) anak di Kabupaten Majalengka, 1 (satu) anak di Kabupaten Cirebon dan 3 (tiga) anak di Kabupaten Indramayu. Tim berangkat dari Balai Anak Handayani di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta pada Rabu (4/8) hingga hari Sabtu (7/8).

Berdasarkan hasil asemen dan pembahasan kasus, bantuan Atensi yang diberikan berupa bantuan pemenuhan kehidupan layak, akses identitas atau hak hidup, pendidikan, dukungan keluarga, hingga peningkatan kemampuan keterampilan dan kewirausahaan anak korban.

Beberapa anak korban merasa sangat terbantu terkait pemenuhan kebutuhannya melalui bantuan Atensi saat ini.

“Alhamdulillah dibantu sama Kementerian Sosial, terima kasih ibu Menteri, aku mau belajar buka usaha untuk bisa hidupin anak aku nanti,” ujar salah satu anak korban asal Majalengka yang merupakan keluarga pra-sejahtera dengan kondisi rumah berlantai tanah dan dinding bambu.

Salah satu anak asal Kabupaten Indramayu hingga memeluk pekerja sosial Balai Anak dengan mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan terima kasih bu Menteri perhatiannya, doakan aku biar sehat selalu dan bisa kejar cita-cita,” ujar salah satu anak asal Indramayu yang bercita-cita ingin menjadi pengacara.

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan dinas sosial dan aparat di lingkungan setempat dalam mendukung kelanjutan hidup korban sehingga mereka dapat merasa aman dan selanjutnya dapat bersosialisasi di lingkungannya dengan baik, tanpa adanya rasa takut akan stigma dari masyarakat sekitar.

Pekerja sosial dalam pelaksanaanya juga memberikan dukungan keluarga melalui penguatan kapasitas keluarga dan edukasi dalam setiap kunjungan, termasuk untuk mendorong keluarga yang belum melakukan pencatatan kependudukan bagi bayi-bayi korban untuk segera diurus.

“Bayi-bayi ini perlu terdaftar untuk kemudian bisa terakseskan ke program-program pemerintah baik itu sosial, kesehatan, dan pendidikan. Orang tua tidak perlu bingung dan takut terkait status anak,” ujar Sri Musfiah selaku Pekerja Sosial dari Balai Anak Handayani.

Faktanya, beberapa keluarga masih menunda untuk mengurus kependudukan bayi dari korban kekerasan seksual. Salah satu keluarga di Cirebon misalnya, hingga kelahiran anak memasuki usia 7 (tujuh) bulan belum mengurus kependudukan bayi. Setelah berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan dinas sosial melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Kabupaten Cirebon, keluarga segera akan mengurus akta kelahiran untuk kemudian dimasukan ke dalam Kartu Keluarga (KK).

Anak korban kekerasan seksual perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, oleh karenanya Kementerian Sosial melalui Balai Anak Handayani berusaha untuk terus membantu dan mendampingi anak korban dan keluarga sebagai sumber terdekatnya untuk dapat mendukung perkembangan anak.

Balai Anak Handayani masih akan menugaskan tim lainnya ke wilayah Jawa Barat untuk merespon anak korban kekerasan seksual, diantaranya wilayah Bogor, Kota Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis dan Pangandaran.

Penulis:
Fajar Putra
Pekerja Sosial

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *