Kemensos Hadir melalui ATENSI dukung Operasi Pengangkatan Pen Pada Tangan Kiri Anak di Kuningan

Kuningan ( 25 Agustus 2021) — Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak “Handayani” di Jakarta memberikan bantuan Atensi berupa dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak dan akses operasi pengangakat pen pada tangan kiri seorang anak.

Adalah Bram Muhamad Sundoro, yang akrab disapa Sundoro, ia mengalami jatuh hingga tangannya patah dan kemudian dilakukan pemasangan pen untuk membantu memulihkan kondisi tangannya.

Tahun 2016 Sundoro menjalani operasi tangan di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta. Seharusnya, satu tahun kemudian wajib dilakukan operasi pengangkatan pen, namun sayangnya orang tua Sundoro terkena PHK. Keluarga Sundoro berdomisili di Bekasi, namun data kependudukannya adalah di Kabupaten Kuningan, sehingga tidak bisa mengakses jaminan sosial di Bekasi.

Mendapati infomasi tersebut, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini memberikan arahan kepada balai Anak “Handayani” di Jakarta untuk segera membantu Ananda Sundoro.

Kementerian Sosial melalui balai handayani menugaskan Pekerja Sosial untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Koordinasi yang dilakukan terkait pengurusan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk persyaratan kemudahan mendapatkan penanganan segera di Rumah Sakit.

Pekerja sosial kemudian menemui dan menjemput Sundoro, ditemani oleh Ibunya, Acih untuk segera di daftarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuningan tempat pelaksanaan operasi. Selama menjalani pra operasi, Balai Anak “Handayani” selalu melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa anak dapat segera di operasi dan mendapatkan perawatan pemulihan pasca operasi hingga kondisi Sundoro stabil.

Selanjutnya, Balai Anak “Handayani” memberikan dukungan melalui program Atensi, yaitu berupa pemenuhan hidup layak, membantu memfasilitasi transportasi dan biaya lainnya yang tidak dicover oleh Jamkesda.
Pra operasi dijalankan mulai dari pendaftaran ke poli umum pemeriksaan rontgen, terapi hingga Sundoro dinyatakan siap operasi. Hingga akhirnya pada 25 Agustus 2021 Sundoro berhasil menjalankan operasi pengangkatan pen tanpa kendala apapun.

“Terima kasih kepada Ibu Menteri Risma, anak saya akhirnya sudah bisa dioperasi, sekarang anak saya bisa melakukan aktivitas dengan baik. Mudah-mudahan Ibu selalu diberikan kesehatan”, ucap Acih dengan penuh rasa haru.

Penulis:
Sri Musfiah
Pekerja Sosia Ahli Madya

Editor:
Tirani Larasati
Pekerja Sosial Ahli Pertama

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *