Kemensos Gandeng LPAI Berikan Atensi dan Dukungan Psikososial kepada Anak Terdampak Bencana Badai Seroja di NTT

NUSA TENGGARA TIMUR, (23 April 2021) – – Kementerian Sosial melalui Balai Anak “Handayani” di Jakarta merespon bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur atas arahan dari Menteri Sosial, Tri Rismaharani kepada Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan fisik dan korban jiwa, namun juga menyisakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi anak-anak.

Sebagai upaya pemulihan kesejahteraan mental anak akibat bencana, Balai Anak “Handayani”, menugaskan Pekerja Sosial Balai, yaitu Fajar Putra dan melibatkan pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang lebih akrab disapa Kak Seto, dan Henny Hermanu atau Kak Henny. Keduanya merupakan Ketua dan Sekjen LPAI (Lembaga Kesejahteraan Anak Indonesia) sekaligus Psikolog Anak.

Setibanya di Kupang pada hari Minggu (18/4), tim langsung bergerak ke wilayah Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Tim bekerja sama dengan Satuan Bakti Pekerja Sosial setempat dalam memberikan layanan dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak.

“Kami telah koordinasi dengan peksos di lapangan dan langsung bergerak ke lokasi bencana ke wilayah Oebono ini, atau lengkapnya di jalan Amanuban. Di sini ada banyak anak yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor karena badai seroja yang sebelumnya terjadi pada minggu malam” ujar Fajar.

Seperti daerah lainnya di NTT, Kota Kupang juga terdampak. Di jalan Amanuban sendiri, terdapat 38 rumah yang hilang tertimbun akibat longsor, serta rumah-rumah yang rusak ringan hingga berat. Hal ini membuat banyak keluarga harus mengungsi dengan fasilitas tenda secukupnya.

“Terdapat empat titik pengungsian di jalan Amanuban Kota Kupang, dan posko ini dikelola oleh warga-warga secara swadaya. Pengungsi tinggal dirumah warga yang lebih aman dan hanya ada sedikit tenda,” kata Supervisor Sakti Peksos NTT, Dian.

Kedatangan tim Balai Anak “Handayani” disambut penuh suka cita oleh warga dan anak-anak yang berada di pengungsian.

“Anak-anak senang sekali pas tau Kak Seto mau datang. Mereka gak sabar untuk ketemu langsung,” ujar Jenny, salah satu pekerja sosial anak di Kota Kupang.

Pelaksanaan LDP ini dilakukan secara interaktif dan penuh keceriaan. Kegiatan dilaksanakan dengan mengajak anak-anak bernyanyi, mendongeng, sulap, dan menari bersama serta kuis-kuis yang seru. Beberapa anak bahkan mengejar Tim untuk menanyakan rahasia sulap yang dilakukan

“Kami sangat bahagia berada di NTT untuk menghibur anak melalui kegiatan LDP dan harapannya anak-anak bisa kembali bangkit dan tersenyum,” ujar Kak Seto dengan antusias.

Layanan Dukungan Psikososial Kebencanaan merupakan suatu upaya yang diberikan untuk mengurangi, menyembuhkan dan/atau menghilangkan rasa takut, stress, dan trauma paska terjadinya bencana. Jika dibiarkan dapat memengaruhi kesejahteraan mental kelompok rentan, seperti anak, lansia, dan disabilitas.

Pelaksanaan LDP oleh Tim Balai Anak “Handayani” dan LPAI dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu di Kota Kupang, Kabupaten Lembata, serta Kabupaten Flores Timur, di Adonara. Pada mulanya tim berencana melakukan kegiatan hanya di Kota Kupang, namun karena banyaknya permintaan dari posko-posko terkait aktivitas LDP, tim berkoordinasi dan membangun rencana untuk menuju wilayah lainnya dalam rangka menggapai anak sebanyak-banyaknya, namun tetap dengan memperhatikan kualitas layanan dukungan yang diberikan.

“Kami telah mengunjungi 11 posko pengungsian di Kota Kupang, Lembata dan Adonara dalam waktu 6 hari. Jumlah anak yang kami berikan dukungan psikososial yaitu 166 anak di Kota Kupang di 4 Posko, 222 anak di 5 Posko di Kabupaten Lembata, dan 87 anak di Adonara di 2 posko pengungsian. Jadi total anak yang dapat LDP oleh tim kami yaitu 475 anak,” ujar Fajar.

Selain itu, selama kegiatan berlangsung para orang tua juga diberikan masukan melalui kegiatan bernyanyi dan dongeng dari kak Seto dan Kak Henny agar mereka terus memperhatikan tumbuh kembang anak.

“Peran orang tua sangat penting dalam situasi seperti ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak,” jelas Kak Henny di hadapan para orang tua.

Pelaksanaan kegiatan LDP di tiga wilayah ini memberikan pengalaman yang menantang bagi tim yang bertugas, khususnya pada medan perjalanan yang dilakukan. Tim harus menaiki kapal nelayan selama 25 menit dari Kampung Waijarang di Lembata menuju Pelabuhan Ile Boleng di Adonara, kemudian setibanya di adonara tim langsung melakukan LDP di Posko Lama Nele , Adonara Timur hingga pukul 19.30 WITA dengan keadaan baju yang basah akibat terjangan ombak selama perjalanan menggunakan kapal nelayan.

“Kecintaan kami kepada anak-anak membawa kami kesini, pada Hari Rabu (21/6), kami bersama Balai Anak Handayani berhasil melakukan LDP di 6 Posko pengungsian sekaligus secara efisien dan berdampak pada anak,” ujar Kak Seto dengan semangat.

Koordinasi dan kolaborasi merupakan aspek yang terpenting dalam pelaksanaan kegiatan ini untuk menciptakan sinergitas dan keefektifan layanan dukungan. Tim berpindah dari posko ke posko secara berlanjutan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang telah berada di lapangan.

Apresiasi dari Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lembata, Ambrosius Wurin Leyn.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kemensos melalui Balai Anak Handayani atas perhatiannya kepada anak-anak dan keluarga disini. Terus terang, bencana alam di Kabupaten Lembata terjadi bertubi-tubi, setelah Covid-19, kemudian erupsi gunung berapi dan kemudian badai seroja, anak-anak butuh trauma healing ,” jelas Ambrus.

Sementara itu, Tim juga telah memberikan 111 paket bantuan bagi anak-anak dengan tiga kategori, yaitu bayi, balita serta anak dan remaja di Kota Kupang. Bantuan diberikan berdasarkan asesmen yang telah dilakukan oleh satuan bakti pekerja sosial setempat yang sering ke lokasi pengungsian. Bantuan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi NTT, Maria M.S Nduru.

Selanjutnya, Tim akan terus berkoordinasi kepada pihak terkait dalam rangka pemenuhan hidup layak bagi anak dan keluarga di pengungsian. Tim juga mendorong elemen-elemen yang berada di lapangan untuk terus mendampingi anak-anak melalui kegiatan-kegiatan LDP yang interaktif dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan mental anak-anak.

Harapannya, semoga kegiatan yang dilakukan dapat menghasilkan warna baru pada anak, sehingga mereka dapat menyalurkan rasa takut, cemas dan trauma menjadi emosi yang lebih positif.

Penulis :
Fajar Putra Nur Rahman

Editor :
Rizka Surya Ananda

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat
Hubungi Kami
Hallo!
Ada yang bisa kami bantu?