Kelanjutan Proses Penanganan Permasalahan Remaja “NF” Pada Masa Pandemi Covid-19 di BRSAMPK Handayani

JAKARTA (24 April 2020), Beberapa bulan yang lalu, Indonesia digegerkan dengan permasalahan seorang remaja “NF” yang membunuh seorang balita “APA” di bilangan Jakarta Pusat. Pemberitaan mengenai permasalahan tersebut terkikis dengan berbagai pemasalahan lainnya di Indonesia, salah satunya kondisi pandemi saat ini. Namun, pemerintah tetap menindaklanjuti kasus tersebut hingga tuntas dengan mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan terbaik bagi anak.

Kinerja Polres Metro Jakarta Pusat untuk menelusuri permasalahan ini, satu demi satu mulai menunjukkan titik terang. Kepolisian menyampaikan, setelah dilakukan pendalaman kasus diketahui bahwa “NF” sebelumnya merupakan korban pelecehan seksual. Dengan banyaknya tekanan yang dialaminya, mendorong “NF” menjadi seorang anak yang tertutup dan mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mendorongnya menjadi anak berkonflik hukum (red: sebutan untuk pelaku anak).

Beralih dari permasalahan tersebut, untuk membantu memulihkan kondisi psikososial “NF” sekaligus menunggu proses hukum , pihak Kepolisian merujuk “NF” ke BRSAMPK Handayani. “NF” tiba di Balai pada tanggal 21 April 2020 pada pukul 23.00 WIB. Esoknya pekerja sosial, psikolog klinis, dan perawat melakukan asesmen mendalam untuk mengetahui kondisi biopsikososial “NF”.

Melanjutkan proses rehabilitasi sosial, siang ini atas arahan dan tugas dari Kepala Balai, pekerja sosial dan psikolog klinis berkoordinasi dengan psikiater di Rumah Sakit (RS) POLRI. Psikiater tersebut menangani “NF” sebelum ia dirujuk ke BRSAMPK Handayani.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kejiwaan “NF” secara terperinci sehingga dapat diketahui bagaimana perkembangan kondisi “NF”. Kelengkapan berkas peerkembangan kondisi “NF” bermanfaat untuk kelanjutan rencana intervensi yang akan diberikan kepada “NF” selama mendapatkan rehabilitasi sosial di BRSAMPK Handayani. Selanjutnya, akan dilakukan pembahasan kasus “NF” bersama Kepala Balai, Pejabat Struktural dan seluruh profesi yang ada di BRSAMPK Handayani untuk memperoleh rencana intervensi yang tepat dan sesuai dengan kondisi psikososial “NF”

Penulis: Fathimatuzzahroh Rahmah Gustiani dan Vivi Marlina

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *