Case Conference Tentang Rencana Tindak Lanjut Pelayanan Rehabilitasi Sosial dan Persiapan Reintegrasi ke dalam Pengasuhan Keluarga

Jakarta (9 Maret 2020) – BRSAMPK Handayani melaksanakan kegiatan Case Conference (Pembahasan Kasus) tentang rencana tindak lanjut pelayanan rehabilitasi sosial dan persiapan reintegrasi ke dalam pengasuhan keluarga. Kegiatan tersebut di hadiri oleh berbagai instansi dan para orangtua Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Instansi yang di undang yaitu Polda Metrojaya, Polres Jakarta Selatan, Polres Mtero Depok, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), International Organization of Migration (IOM), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Orangtua PPKS. Kegiatan di buka oleh Kasi Layanan Rehabilitasi Sosial (LRS), Bambang Wibowo. Beliau menyampaikan tentang pembahasan kasus yang akan dilaksanakan pada hari ini. Kasi LRS juga menyampaikan klarifikasi tentang proses pelayanan yang diberikan terhadap 8 anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan semua kegiatan rehabilitasi yang diikuti oleh seluruh anak korban TPPO dengan baik, kasi LRS juga menyampaikan kepada peserta kegiatan bahwa “BRSAMPK Handayani tidak pernah meminta uang kepada para orangtua dan semua kegiatan pelayanan rehabilitasi sosial di BRSAMPK Handayani gratis”, imbuh Bambang Wibowo.

Setelah Kasi LRS membuka kegiatan Case Conference kemudian dilanjutkan oleh pekerja sosial (Vivi Marlina) yang melakukan presentasi tentang perkembangan 11 PPKS dan pelaksanaan rehabilitasi sosial terhadap 11 PPKS Korban TPPO. Kemudian BRSAMPK Handayani meminta masukan dan saran dari semua peserta yang hadir tentang rencana tindak lanjut pelayanan rehabilitasi sosial dan persiapan reintegrasi ke dalam pengasuhan keluarga. Banyak masukan dan saran dari semua peserta yang hadir dan semua orangtua bersedia untuk menerima anaknya kembali dan bersedia memberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak.

Selanjutnya, setelah disepakati beberapa hal dalam kegiatan case conference tersebut, kegiatan ditutup oleh Kepala Balai yaitu Neneng Heryani.

Penulis : Tuti Nurhayati
image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *