Balai Handayani Milik Kemensos Respon Anak yang Menderita Hidrosefalus di Cianjur

CIANJUR (21 MEI 2021) – – Kementerian Sosial melalui Balai “Handayani” Jakarta menjangkau Rafi, anak yang menderita penyakit hidrosefalus di Kampung Pasir Sapi, Desa Sukamulya , Kecamatan Cugenang, Cianjur. Kisah Rafi menarik perhatian setelah seorang warganet mengunggah kondisinya di media sosial.

Mengetahui hal ini, Menteri Sosial melalui Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat langsung mengarahkan Balai “Handayani” untuk melakukan respon kasus Rabu (19/05) atas informasi tersebut.

Kepala Rafi membesar hampir menyamai tubuh mungilnya, bola matanya tampak berwarna putih, badan demam dan sesekali mengeluarkan suara merespon rangsangan dari sekelilingnya. Kondisi tubuh anak kedua pasangan Sam’un dan Ami ini terlihat jauh dari kondisi bayi pada umumnya.

Penyakit hidrosefalus sudah diderita Rafi sejak lahir dan Dokter sudah menyarankan agar segera diberi tindakan medis, namun karena alasan biaya Rafi dibawa pulang untuk dirawat di rumah.

“Sebenarnya dokter sudah sarankan agar diobatin di rumah sakit, tapi karena tidak ada biaya dan belum ada BPJS jadi Rafi kami bawa pulang,” ujar Ami, Ibu kandung Rafi.

Ayah Rafi bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya mengurus Rafi dan kakaknya di rumah. Penghasilan Ayahnya tidak cukup untuk membiayai pengobatan Rafi, BPJS mereka sedang dalam pengurusan karena terkendala alamat KTP yang beralamat di Banten sedangkan saat ini mereka berada di Kabupaten Cianjur.

Keluarga Rafi juga tidak pernah menerima bantuan seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

Hasil asesmen Pekerja Sosial Balai Handayani dan koordinasi yang melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Satuan Bakti Pekerja Sosial, Camat Cugenang, Kepala Desa Sukamulya, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) hari itu juga segera dilakukan penanganan dengan membawa Rafi ke RSUD Cianjur.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar Rafi bisa dibiayai dengan BPJS, walaupun terkendala pada KTP orang tua yang masih domisili Banten,” kata Marzuki, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Cianjur.

Ia juga menjelaskan bahwa pengurusan BPJS tidak berbayar memerlukan waktu sebelum aktif karena ada proses verifikasi terlebih dahulu. Mengetahui hal tersebut, Balai Anak Handayani berinisiatif agar Rafi dibawa dulu ke rumah sakit dengan membawa surat keterangan tidak mampu. Pihak Dinas Sosial menjadi penjamin bahwa BPJS Rafi akan diurus lebih cepat dan pihak Desa Sukamulya memfasilitasi ambulan.

Saat ini, Rafi sudah berada di RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan. Rafi sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter saraf, dokter anak, CT Scan , dan pemeriksaan darah.

Wakil Direktur RSUD Cianjur, Rita saat dikonfirmasi pekerja sosial Handayani menyampaikan pihak rumah sakit akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi Rafi.

“Kemungkinan Rafi bisa dioperasi di sini, namun jika kondisinya tidak membaik, kami akan rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung,” jelasnya.

Sementera itu, Kepala Balai Anak” Handayani”, Hasrifah Musa pada Jumat (21/05) bersama Tim Respon Kasus dan Sekretaris Dinas Sosial Cianjur, Dindin mengunjungi RSUD Cianjur untuk koordinasi penanganan lanjutan dan melihat secara langsung perkembangan Rafi.

Tim diterima oleh Kepala Bagian Medik RSUD Cianjur, Dr. Sunny. “Kami menyambut baik perhatian dari Kemensos dan juga Dinas Sosial. Kamis kemarin kami sudah lakukan CT Scan dan hasilnya ananda Rafi mengidap hidrosefalus berat,” jelas dr. Sunny.

“Saat ini kami sedang memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk kesembuhan Rafi. Kami punya beberapa dokter ahli yang terus berusaha merawat Rafi, penanganan medis selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan dokter, laboratorium dan kondisi Rafi,” sambungnya.

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menekankan respon cepat terhadap penanganan permasalah sosial di masyarakat. Beliau menyampaikan agar Balai Kemensos tetap mendampingi Rafi dan keluarganya serta apresiasi atas perhatian dan gerak cepat pemerintah daerah.

Selain melakukan pendampingan dan advokasi, Balai Handayani juga memberikan bantuan ATENSI berupa pemenuhan nutrisi dan hygiene kits untuk Rafi, dan dukungan permakanan untuk orangtua yang mendampingi (saat ini ayah tidak bekerja).

Adapun BPJS tidak berbayar Rafi tinggal menunggu aktif. Sedangkan pihak Kecamatan Cugenang juga berkomitmen untuk memasukkan keluarga Rafi ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk selanjutnya diusulkan sebagai penerima program PKH.

Penulis :
Rizka Surya Ananda
Penyuluh Sosial Ahli Pertama

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat
Hubungi Kami
Hallo!
Ada yang bisa kami bantu?