Balai Anak Handayani Lakukan Respon Kasus Anak yang Mengatur Lalu Lintas Dekat Kantor Kemensos

JAKARTA, (08 Februari 2021) – Kementerian Sosial RI melalui Pekerja Sosial Balai Anak “Handayani” Jakarta bersama Satuan Bakti Pekerja Sosial ( Sakti Peksos) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos RI melakukan Respon Kasus atas berita yang diterima oleh Direktur Jendral Rehabilitasi Sosial dari Menteri Sosial RI. Menindak lanjuti laporan tersebut, Plt. Kepala Balai, Sulistya Ariadhi segera menugaskan Pekerja Sosial untuk melakukan respon kasus dan berkoordinasi langsung dengan orang tua dan anak selanjutnya dilakukan asesmen.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, SC, 14 tahun merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan bapak D dan Ibu W yang tinggal di daerah Menteng, Jakarta Pusat bersama nenek beserta keluarga paman dan bibinya dirumah nenek dari pihak bapak.

Setiap hari orang tua SC bekerja dan menitipkan anak untuk diasuh oleh nenek. Orang tua kurang memperhatikan SC dan adik-adiknya bahkan sampai tidak mengetahui tentang pendidikan anak-anak nya.

Melihat kondisi ini, pekerja sosial segera melakukan kunjungan ke SDN Paseban 18 Pagi. Dari hasil koordinasi, diketahui bahwa SC masih terdaftar sebagai murid kelas IV di SDN Paseban 18, namun sudah hampir 1 tahun SC tidak mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara daring maupun luring (sebelum pandemi).

Menurut keluarga, SC memang sudah tidak mengikuti pembelajaran sebelum pandemi Covid dikarenakan lokasi rumah dan sekolah cukup jauh dan SC harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp.12.000 untuk berangkat ke sekolah.

Sejak saat itu pula, SC turun ke jalan sebagai pengatur lalu lintas untuk menambah penghasilan keluarga. Sebelum nya pekerjaan ini dilakukan oleh ibu W, SC diminta utk menggantikan ibu karena ibu berjualan peyek keliling. Setiap hari, SC turun ke jalan pukul 05.00 wib dan akan kembali ke rumah pukul 08.00 wib. Penghasilan yg didapatkan oleh SC berkisar antara 50.000 – 80.000 setiap harinya dan menurut SC uang ini diberikan kepada ibu W.

Petugas menyampaikan kepada orang tua bahwa tidak sepantas nya SC bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, banyak hal buruk bisa terjadi pada SC saat berada di jalan. Orang tua menangis dan menyampaikan penyesalan atas kelalaian yg dilakukan selama mengasuh SC. Lalu Tim menyampaikan rencana untuk membawa SC ke Balai Handayani Jakarta.

Awalnya orang tua keberatan jika SC dibawa ke balai, namun setelah diberikan penguatan dan motivasi oleh tim, orang tua mengijinkan SC untuk mengikuti rehabilitasi di balai Handayani.

“Saya sedih bu, tapi saya titip SC ya bu, SC anak saya yang selalu baik dan penurut. Semoga di sana SC bisa sekolah lagi dan menjadi anak pinter,” titip Ibu W pada tim

Selanjutnya Tim TRC Kementerian Sosial membawa SC ke Balai Anak Handayani untuk mendapatkan rehabilitasi sosial.

Penulis : Maria Josefin Barus

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *