Balai Anak “Handayani” di Jakarta Respon Kasus Anak Disabilitas dengan HIV/AIDS di Wilayah Jakarta Utara

JAKARTA (12 Mei 2020) – Pada Senin (11/05/2020) Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta kembali menerima laporan pengaduan masyarakat mengenai 2 anak disabilitas yang mengidap HIV/AIDS sedari kecil di daerah Jakarta Utara.

Kondisi disabilitas ini terjadi pada keduanya karena mereka mengidap HIV/AIDS bawaan dari orang tuanya. Keduanya sempat mengalami penurunan kondisi tubuh hingga mengalami kemunduran dan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat tersebut, Kepala Balai Anak “Handayani” di Jakarta, Neneng Heryani segera menugaskan tim respon kasus untuk melakukan asesmen terhadap kedua anak tersebut dan memberikan bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi.

“Kita harus memberikan dukungan kepada kedua anak ini, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Asesmen kebutuhan penting dilakukan demi memenuhi kebutuhan dasar keduanya,” ujar Neneng dalam arahannya

Tim respon kasus Balai Anak “Handayani” didampingi oleh Yayasan Lentera mengunjungi anak pertama yang berusia 4 tahun 8 bulan berjenis kelamin perempuan, “LK”. Ia harus mengidap HIV/AIDS disebabkan penularan virus oleh Ibunya yang saat ini telah meninggal. Sementara sang ayah, pergi meninggalkan “LK” dan tidak mau mengasuhnya lagi sehingga “LK” diasuh oleh nenek, kakak perempuan, paman, dan bibinya.

Sampai saat ini, pertumbuhan dan perkembangan “LK” masih belum sesuai dengan usianya. “LK” masih belum dapat berjalan dan berbicara, kemampuan tangan masih sangat terbatas, serta low vision. Sang Nenek mengungkapkan bahwa masih banyak kebutuhan “LK” yang belum terpenuhi karena keterbatasan ekonomi. “LK” juga membutuhkan kursi roda untuk mempermudah mobilitas “LK” saat berobat dan melakukan terapi agar pertumbuhan dan perkembangan “LK” dapat lebih optimal.

Selanjutnya, tim respon kasus didampingi Yayasan Lentera mengunjungi anak kedua yang berusia 6 tahun 1 bulan berjenis kelamin perempuan, “NH”. Saat ini, kedua orang tua “NH” sudah meninggal sehingga “NH” diasuh oleh nenek dan ketiga kakaknya. “NH” mengidap HIV/AIDS karena penularan oleh sang ibu. Virus ini juga yang menyebabkan pertumbuhan “NH” terhambat dan mengalami kendala. “NH” belum bisa berbicara lancar, berjalan dengan merambat, kemampuan tangan masih sangat terbatas, dan low vision.

Sang kakak yang menjadi tulang punggung keluarga, saat ini tidak lagi bekerja karena diberhentikan akibat pandemi Covid-19. Sementara, “NH” masih harus mengkonsumsi obat anti retroviral (ARV) secara rutin untuk menghambat penyebaran virus pada tubuhnya.

Setelah melakukan asesmen kebutuhan kepada keduanya, tim respon kasus Balai Anak “Handayani” memberikan bantuan berupa sembako yang berisi susu, beras, telur, biskuit, dan makanan pendukung lainnya. Kondisi kedua anak ini masih memerlukan bantuan terutama kebutuhan pengobatan dan terapi. Selanjutnya, Balai Anak “Handayani” akan menghubungkan kedua anak ini dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk kelanjutan proses pendampingan anak.

Penulis: Fathimatuzzahroh Rahmah Gustiani

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *