Balai Anak “Handayani” di Jakarta Lakukan Respon Kasus Anak Disabilitas Terdampak Covid 19 di Bekasi

BEKASI (14 Juni 2020) – Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta melakukan kegiatan respon kasus ke wilayah Bekasi berdasarkan arahan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat. Diketahui bahwa terdapat Anak Disabilitas yang terdampak Covid-19 dengan inisial “IH” di wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan arahan tersebut, Kepala Balai Anak “Handayani”, Neneng Heryani segera menugaskan tim respon kasus untuk melakukan penelusuran dan asesmen terhadap anak tersebut. “Segera tinjau serta lakukan asesmen kebutuhan bagi anak tersebut. Pastikan pemenuhan hak-haknya agar anak tetap sehat”, ujar Neneng.

Setibanya disana, tim respon kasus Balai Anak “Handayani” langsung berkoordinasi dengan ketua RW yang merespon baik kedatangan tim respon kasus Balai Anak “Handayani”. Diketahui “IH” merupakan anak perempuan berusia 9 tahun 10 bulan. “IH” merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat lahir “IH” tidak mengalami kendala dalam pekermbangannya, namun pada saat “IH” berusia 2 tahun ia mengalami sakit diare dan panas. “IH” segera di bawa ke dokter untuk melakukan pengobatan, sayangnya meskipun sudah berganti-ganti dokter dan rumah sakit “IH” tak kunjung sembuh. Setelah kejadian tersebut “IH” mengalami penyusutan berat badan sehingga berat badan “IH” hanya 8 kg. Selain berkurangnya berat badan, “IH” juga memiliki flek pada paru-parunya sehingga mengalami gangguan pernafasan. Kondisi ini mengharuskan “IH” mengkonsumsi obat selama 6 bulan. “IH”pun pada akhirnya di dokter mendiagnosa bahwa ia kekurangan sel darah putih. Terlebih “IH” saat ini masih wajib meminum obat dan vitamin pasca operasi pembersihan cairan di salah satu bagian tubuhnya.

Ayah “IH” bekerja serabutan, dimana pada kondisi Covid-19 ini ia tidak memiliki penghasilan sama sekali. Setiap harinya, ayah “IH” merasa kesulitan untuk memenuhi gizi anak-anaknya. Sementara sang Ibu juga tidak bekerja sehingga sama-sama kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Akhirnya, “IH” diberikan bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi berupa susu, vitamin, biskuit dan makanan pendukung lainnya. Harapannya dengan pemberian bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta tetap dapat membantu pemenuhan gizi dan nutrisi “IH”. Selanjutnya, tim respon kasus Balai Anak “Handayani” di Jakarta akan terus melakukan monitoring berkala kepada “IH”.

Penulis: Tuti Nurhayati
Editor: Humas Ditjen Rehsos

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *