Kemensos Berikan Layanan Dukungan Psikososial bagi Anak-Anak Korban Kekerasan Seksual di Kabupaten Sukabumi

JAKARTA, (19 Agustus 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai Anak “Handayani” kembali menerima pengaduan kasus kekerasan seksual di Kabupaten Sukabumi. Pengaduan berasal dari Sakti Peksos Kab. Sukabumi melalui WhatsApp pengaduan Balai Anak “Handayani” dengan nomor +628589410xxxx. Disampaikan bahwa terjadi kasus kekerasan seksual di dua Desa di Kabupaten Sukabumi yakni Desa Caringin Wetan dan Desa Kalapanunggal.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Balai Anak “Handayani”, menurunkan Pekerja Sosial dan Psikolog agar segera melakukan asesmen terhadap para korban di dua lokasi tersebut. “Pastikan kondisi psikososial anak-anak korban dan lakukan Layanan Dukungan Psikososial,” pesan Hasrifah.

Tim Balai Anak “Handayani” disambut oleh ketua RT Desa Caringin Wetan, Wildan. “Sebenarnya disini korbannya ada 11 orang, namun yang 1 merupakan orang dewasa. Seluruh orang tua anak berharap, seluruh anak-anak dapat dibantu pemulihan psikologisnya, khawatir dengan masa depan anak-anak tersebut”, ujar Wildan

Kasus ini sudah ditangani secara intensif oleh Polsek daerah setempat. Pelaku merupakan laki-laki berusia 57 tahun dan berprofesi sebagai tukang cilok. Berdalih ingin membersihkan kutu rambut para korban, pelaku meraba hingga melakukan melecehkan kepada korban.

Tim Balai Anak “Handayani” membagi kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok orang tua. Pada kelompok anak-anak Pekerja Sosial dan Psikolog memimpin dinamika kelompok melalui permainan dan proses asesmen kelompok. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan psikologis terlebih dahulu oleh Psikolog kepada 10 anak korban tersebut.

“Kak, saya kalau sudah besar ingin jadi guru supaya bisa ngajarin anak-anak jadi pinter,” harap salah satu korban “N”. Semangat dan suka cita dari seluruh korban sangat nampak. Satu per satu menyebutkan dan menjelaskan cita-citanya. Sementara itu, para orang tua diberikan materi parenting serta diberikan wadah untuk mengeluarkan emosi dan keluh kesahnya. Seluruh orang tua berharap pelaksanaan LDP kepada anak-anak dapat dilakukan secara berkelanjutan demi pemulihan kondisi psikososial anak.

Besoknya, kegiatan LDP dilanjutkan ke Desa Kalapa Nunggal dimana terdapat 5 anak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh sesama anak. Anak pelaku berusia 16 tahun dan saat ini sudah dalam tahap persidangan menggunakan alur Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Kelima anak korban masih duduk di bangku SD. LDP dimulai dengan pemeriksaan psikologis oleh Psikolog dan dilanjutkan dengan kegiatan dinamika kelompok.

Orang tuapun diberikan penguatan serta diberikan materi parenting. Seluruh orang tua merasa bersyukur bahwa anak-anak dapat dibantu dalam pemulihan kondisi psikososialnya. Sebelumnya tim Balai Anak “Handayani” juga melakukan asesmen kebutuhan anak-anak korban. Ditemukan bahwa anak-anak membutuhkan peralatan sekolah, pemenuhan nutrisi, dan alat-alat kebersihan diri yang difasilitasi melalui bantuan Atensi.

Selanjutnya, tim Balai Anak “Handayani” melakukan koordinasi kembali dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi agar melanjutkan proses pemulihan kondisi psikososial ke-15 anak korban kekerasan seksual bekerjasama dengan stakeholder di daerah.

Penulis:
Tirani Larasati
Pekerja Sosial

image_pdfimage_print

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *