UNICEF dan Kementerian Sosial Salurkan Recreational Kits kepada LKSA

JAKARTA, (22 JUNI 2020)— Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Anak dan UNICEF Indonesia menyalurkan paket recreational kits kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Sebanyak 12 LKSA hadir di Balai Anak Handayani untuk menerima paket bantuan yang diserahkan langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi dan Chief of Child Protection UNICEF Indonesia Amanda Bissex.

UNICEF menyerahkan 800 paket recreational kits senilai Rp. 1.72 Milyar yang akan disalurkan oleh 8 balai dan loka di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial kepada LKSA Mitra yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam keterangannya, Amanda mengatakan bahwa saat pandemi Covid- 19 ini anak-anak mengalami stress karena adanya perubahan kebiasaan. Meskipun begitu, Amanda memuji anak-anak karena mereka mempunyai resiliensi yang tinggi untuk menghadapi tekanan akibat pandemi.

“Karena situasi saat ini, kami sangat bahagia dapat memberikan bantuan recreational kits untuk anak-anak. Kami berharap mereka bisa menggunakan nya dengan penuh suka cita,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Amanda juga mengapresiasi langkah Kementerian Sosial dalam merespon anak dalam kondisi Covid 19.
“Saya sangat terkesan dengan bagaimana cara kementerian Sosial, Sakti Peksos, dan juga LKSA dalam menangani anak yang terdampak Covid 19. Peksos di lapangan bereaksi dengan cepat dalam memenuhi kebutuhan anak,” jelas Amanda.

Lebih lanjut, Amanda menekankan bahwa UNICEF akan terus bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk mengetahui apa yang dapat dibantu dalam mendukung pekerjaan Kementerian Sosial dalam menangani masalah anak.

Sementara itu, Direktur RSA, Kanya Eka Santi menyatakan bahwa Kementerian Sosial telah membuat peta zona merah persebaran Covid 19 khusus anak. Kanya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UNICEF atas dukungannya selama ini dalam upaya perilindungan anak.

“Kolaborasi yang baik antara UNICEF dan Kementerian Sosial telah terjalin sejak lama. Kami mendapatkan dukungan UNICEF dalam pembuatan pedoman PHBS (perilaku bersih dan sehat) yang sudah kami cetak dan kami sebarkan. Dalam penangaan Covid 19, UNICEF juga membantu dalam pembuatan modul pekerja sosial di lapangan,” sebut Kanya.

Menurut Kanya, ada dilema etik saat peksos berada di lapangan. “Misalnya saat ke lapangan ada kasus, Peksos sudah bawa masker, sementara anak tidak memakai masker. Hal ini menjadi dilema saat berada di lapangan,” jelas Kanya mencontohkan.

Meskipun begitu, peksos tetap harus melakukan respon kasus karena anak terkapar membutuhkan bantuan. Kanya mengklaim bahwa kekerasan terhadap anak tidak berhenti meskipun pandemi. Klaim ini berdasarkan laporan kasus yang masuk dari sakti peksos selama pandemi berlangsung.

Untuk itu, paket bantuan ini merupakan angin segar dalam upaya menangani kasus. Paket bantuan ini dapat digunakan saat melakukan terapi seperti play dan art therapy kepada anak untuk mengurangi trauma atau mengurangi kejenuhan anak.

Adapun pada kegiatan ini, turut hadir Ketua dan Sekjen Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi dan Heni Hermanoe yang menyaksikan langsung penyerahan paket bantuan kepada LKSA yang hadir. Kedua nya berpesan, agar LKSA dapat menggunakan bantuan ini dengan baik sehingga anak-anak merasa terhibur.

Selain itu, pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan operasional senilai Rp. 50 juta dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak kepada LPAI.

Humas Ditjen Rehsos

WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.00
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.00 (1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.01
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.01 (1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.02
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.02 (1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.03
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.03 (1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.05
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.05 (1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 18.07.07

Previous
Next




Kabar Progres

Peksos Goes To School (PGTS) merupakan salah satu kegiatan di Balai Anak “Handayani” yang bertujuan untuk mencegah kenakalan remaja melalui penyuluhan dan peningkatan potensi anak. Kegiatan ini dikhususkan bagi anak-anak sekolah di kelas 6 SD sampai dengan kelas 9 SMP.

Kuota untuk penyuluhan ini hanya bagi 50 anak saja. Yuk, segera daftarin diri kalian melalui tautan https://bit.ly/PGTSHandayani atau langsung menghubungi contact person BRSAMPK Handayani pada nomor 085894108978. Inget yah, kegiatan ini gratis loh dan pendaftaran akan ditutup pada 26 Juni 2020. Jangan sampai ketinggalan ya.

#KemensosRI
#KemensosHadir
#DitjenRehsos
#BRSAMPKHandayani




Balai Anak “Handayani” di Jakarta Lakukan Respon Kasus Anak Disabilitas Terdampak Covid 19 di Bekasi

BEKASI (14 Juni 2020) – Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta melakukan kegiatan respon kasus ke wilayah Bekasi berdasarkan arahan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat. Diketahui bahwa terdapat Anak Disabilitas yang terdampak Covid-19 dengan inisial “IH” di wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan arahan tersebut, Kepala Balai Anak “Handayani”, Neneng Heryani segera menugaskan tim respon kasus untuk melakukan penelusuran dan asesmen terhadap anak tersebut. “Segera tinjau serta lakukan asesmen kebutuhan bagi anak tersebut. Pastikan pemenuhan hak-haknya agar anak tetap sehat”, ujar Neneng.

Setibanya disana, tim respon kasus Balai Anak “Handayani” langsung berkoordinasi dengan ketua RW yang merespon baik kedatangan tim respon kasus Balai Anak “Handayani”. Diketahui “IH” merupakan anak perempuan berusia 9 tahun 10 bulan. “IH” merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat lahir “IH” tidak mengalami kendala dalam pekermbangannya, namun pada saat “IH” berusia 2 tahun ia mengalami sakit diare dan panas. “IH” segera di bawa ke dokter untuk melakukan pengobatan, sayangnya meskipun sudah berganti-ganti dokter dan rumah sakit “IH” tak kunjung sembuh. Setelah kejadian tersebut “IH” mengalami penyusutan berat badan sehingga berat badan “IH” hanya 8 kg. Selain berkurangnya berat badan, “IH” juga memiliki flek pada paru-parunya sehingga mengalami gangguan pernafasan. Kondisi ini mengharuskan “IH” mengkonsumsi obat selama 6 bulan. “IH”pun pada akhirnya di dokter mendiagnosa bahwa ia kekurangan sel darah putih. Terlebih “IH” saat ini masih wajib meminum obat dan vitamin pasca operasi pembersihan cairan di salah satu bagian tubuhnya.

Ayah “IH” bekerja serabutan, dimana pada kondisi Covid-19 ini ia tidak memiliki penghasilan sama sekali. Setiap harinya, ayah “IH” merasa kesulitan untuk memenuhi gizi anak-anaknya. Sementara sang Ibu juga tidak bekerja sehingga sama-sama kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Akhirnya, “IH” diberikan bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi berupa susu, vitamin, biskuit dan makanan pendukung lainnya. Harapannya dengan pemberian bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta tetap dapat membantu pemenuhan gizi dan nutrisi “IH”. Selanjutnya, tim respon kasus Balai Anak “Handayani” di Jakarta akan terus melakukan monitoring berkala kepada “IH”.

Penulis: Tuti Nurhayati
Editor: Humas Ditjen Rehsos

WhatsApp Image 2020-06-17 at 11.13.51
WhatsApp Image 2020-06-17 at 11.13.51 (1)
WhatsApp Image 2020-06-17 at 11.13.52

Previous
Next




Balai Anak “Handayani” di Jakarta Salurkan Bahan Permakanan Jilid II bagi Seluruh PM yang Dipulangkan Sementara

JAKARTA (03 Juni 2020) – Siang ini, Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta kembali menyalurkan bahan permakanan bagi 50 PM yang berada dalam pengasuhan keluarganya selama pandemi Covid-19. Penyaluran bahan permakanan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu dengan menggunakan masker serta mengatur jarak fisik 1,5-2 meter.

Bahan permakanan ini merupakan bahan makanan kering dan bahan makanan basah. Tujuan disalurkannya bahan permakanan ini adalah untuk tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak selama berada di rumah masing-masing.

Para PM diantar oleh orang tuanya untuk mengambil bahan permakanan. Kepala Balai Anak “Handayani”, Neneng Heryani turut hadir memantau pelaksanaan penyaluran bahan permakanan ini. “Penyaluran bahan permakanan ini akan terus dilakukan setiap bulannya, hingga pandemi Covid-19 ini berakhir”, kata Neneng

Balai Anak “Handayani” di Jakarta akan terus memastikan pemenuhan kebutuhan serta hak-hak anak melalui pemantauan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Selain itu, seluruh proses konseling dan program rehabilitasi sosial bagi seluruh PM tetap dijalankan oleh para pekerja sosial dengan konsep konseling jarak jauh.

Penulis: Tirani Larasati

WhatsApp Image 2020-06-04 at 09.18.27
WhatsApp Image 2020-06-04 at 09.18.28
WhatsApp Image 2020-06-04 at 09.18.28 (1)

Previous
Next