Antisipasi Covid-19, Balai Anak “Handayani” di Jakarta Salurkan Bahan Permakanan kepada 46 Penerima Manfaat (PM)

JAKARTA, (29 April 2020) – Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta, Neneng Heryani beserta jajarannya pada hari ini membagikan bahan permakanan bagi Penerima Manfaat (PM) yang saat ini sedang dalam kepengasuhan keluarga untuk sementara waktu. Bahan permakanan tersebut merupakan bahan kering dan bahan basah yang dibagikan kepada 46 PM.

PM yang tinggal di sekitar DKI Jakarta dapat langsung mengambil bahan permakanan tersebut ke Balai. Sementara bahan permakanan bagi PM yang tinggal di luar DKI Jakarta akan disalurkan oleh petugas Balai menuju ke rumah masing-masing.

Dalam arahannya, Kepala Balai mengingatkan penyaluran bahan permakanan ini harus tetap mengikuti protokol keamanan pencegahan covid-19, salah satunya dengan tetap menggunakan masker, sarung tangan dan menjaga jarak. Untuk menghindari kerumunan, pihak Balai membuat jadwal bagi masing-masing orang tua yang datang ke Balai untuk mengambil bahan permakanan tersebut.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk tetap memenuhi gizi PM dan membantu meringankan beban keluarga selama masa pandemi covid-19 ini,” ujar Neneng Heryani.

Selanjutnya, bahan permakanan akan tetap diberikan kepada para PM hingga masa pandemi covid-19 berakhir.

Penulis: Tirani Larasati
Editor: Humas Ditjen Rehsos

DSC_0125
DSC_0116
DSC_0127
WhatsApp Image 2020-04-30 at 03.42.18 (1)
WhatsApp Image 2020-04-30 at 03.42.19
WhatsApp Image 2020-04-30 at 03.42.19 (2)
WhatsApp Image 2020-04-30 at 03.42.19 (1)
WhatsApp Image 2020-04-30 at 03.42.18

Previous
Next




Masa Pandemi Tidak Halangi Pekerja Sosial Balai Anak “Handayani” di Jakarta Dampingi Diversi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH)

JAKARTA (24 April 2020)-Bertempat di Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Siber, siang ini pekerja sosial Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” di Jakarta mendampingi remaja yang melakukan tindak pidana penipuan melalui media sosial “MZ” melaksanakan diversi (red: proses penyelesaian kasus anak diluar proses pengadilan).Diversi ini dihadiri pula oleh “MZ” beserta ibunya, pekerja sosial, Pembimbing Kemasyarakatan Badan Pemasyarakatan (PK Bapas), penyidik, dan korban melalui video conference sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Permasalahan ini berawal dari niat “MZ” untuk menjual masker secara daring, namun masker tersebut sebenarnya tidak ada. “MZ” melakukan penipuan tersebut berdasarkan saran dari temannya. Ia mencari korban melalui media sosial facebook. Hingga pada akhirnya, “MZ” berhasil melakukan penipuan terhadap korban. Masker bodong tersebut dijual oleh “MF” dengan harga Rp. 800.000; per kotak. Korban yang berada di Sragen, Jawa Tengah telah melakukan transaksi pembayaran melalui rekening Bank. Setelah mengetahui korban telah melakukan pemabayaran, “MZ” segera memblokir kontak korban. Tak lama “MZ” dilaporkan oleh korban dan ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Menjunjung kepentingan terbaik bagi anak, Kepala Balai memberikan tugas dan arahan kepada pekerja sosial untuk melakukan pendampingan dan advokasi terhadap “MZ”. Diversi yang dilakukan hari ini, berupaya untuk menyelesaikan permasalahan “MZ” melalui musyawarah. Korban mengungkapkan rasa kesal dan kecewa terhadap “MZ”. Disamping itu, “MZ” menunjukkan rasa penyesalannya dan terus memohon maaf kepada korban. Pekerja sosial terus berupaya membantu meyakinkan korban bahwa setelah permasalahan ini, akan tetap dilakukan monitoring berkala terhadap “MZ” agar ia tidak melakukan hal-hal yang melanggar peraturam di kemudian hari.

Diversi berlangsung alot, namun pada akhirnya diversi dinyatakan berhasil dengan beberapa kesepakatan. Korban mau memaafkan “MZ” dengan syarat bahwa ia harus membuat pernyataan tidak akan mengulangi hal yang sama dikemudian hari. Korban juga tidak membebankan kepada “MZ” untuk mengganti uang tersebut. Selanjutnya, “MZ” dikembalikan tanggung jawab kepengasuhannya kepada orang tuanya dan akan dilakukan monitoring secara berkala kepada “MZ” oleh PK Bapas dan pekerja sosial.

Penulis: Tirani Larasati
Editor: Humas Ditjen Rehsos




Kelanjutan Proses Penanganan Permasalahan Remaja “NF” Pada Masa Pandemi Covid-19 di BRSAMPK Handayani

JAKARTA (24 April 2020), Beberapa bulan yang lalu, Indonesia digegerkan dengan permasalahan seorang remaja “NF” yang membunuh seorang balita “APA” di bilangan Jakarta Pusat. Pemberitaan mengenai permasalahan tersebut terkikis dengan berbagai pemasalahan lainnya di Indonesia, salah satunya kondisi pandemi saat ini. Namun, pemerintah tetap menindaklanjuti kasus tersebut hingga tuntas dengan mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan terbaik bagi anak.

Kinerja Polres Metro Jakarta Pusat untuk menelusuri permasalahan ini, satu demi satu mulai menunjukkan titik terang. Kepolisian menyampaikan, setelah dilakukan pendalaman kasus diketahui bahwa “NF” sebelumnya merupakan korban pelecehan seksual. Dengan banyaknya tekanan yang dialaminya, mendorong “NF” menjadi seorang anak yang tertutup dan mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mendorongnya menjadi anak berkonflik hukum (red: sebutan untuk pelaku anak).

Beralih dari permasalahan tersebut, untuk membantu memulihkan kondisi psikososial “NF” sekaligus menunggu proses hukum , pihak Kepolisian merujuk “NF” ke BRSAMPK Handayani. “NF” tiba di Balai pada tanggal 21 April 2020 pada pukul 23.00 WIB. Esoknya pekerja sosial, psikolog klinis, dan perawat melakukan asesmen mendalam untuk mengetahui kondisi biopsikososial “NF”.

Melanjutkan proses rehabilitasi sosial, siang ini atas arahan dan tugas dari Kepala Balai, pekerja sosial dan psikolog klinis berkoordinasi dengan psikiater di Rumah Sakit (RS) POLRI. Psikiater tersebut menangani “NF” sebelum ia dirujuk ke BRSAMPK Handayani.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kejiwaan “NF” secara terperinci sehingga dapat diketahui bagaimana perkembangan kondisi “NF”. Kelengkapan berkas peerkembangan kondisi “NF” bermanfaat untuk kelanjutan rencana intervensi yang akan diberikan kepada “NF” selama mendapatkan rehabilitasi sosial di BRSAMPK Handayani. Selanjutnya, akan dilakukan pembahasan kasus “NF” bersama Kepala Balai, Pejabat Struktural dan seluruh profesi yang ada di BRSAMPK Handayani untuk memperoleh rencana intervensi yang tepat dan sesuai dengan kondisi psikososial “NF”

Penulis: Fathimatuzzahroh Rahmah Gustiani dan Vivi Marlina




Menilik Kepedulian dan Gotong Royong Warga Merespon Anak Dampak Covid-19

JAKARTA (23 April 2020), Beberapa hari yang lalu pekerja sosial BRSAMPK Handayani merespon kasus anak dampak covid-19 di sekitar wilayah Bambu Apus Jakarta Timur. Koordinasi dengan pihak aparat daerah, melalui ketua RT Syamsudin Wirabrata terus terjalin untuk terus mengawasi dan melindungi kedua anak tersebut.

Saat ini, kedua anak dalam kondisi sehat dan tetap menunjukkan semangatnya dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. Warga di sekitar tempat tinggal kedua anak, secara aktif menunjukkan kepeduliannya dengan bergantian memberikan makanan atau menjadi donatur untuk memenuhi kebutuhan hidup kedua anak tersebut. “Kami sadar betul, bahwa penyakit covid-19 yang dialami oleh orang tua anak bukanlah sebuah aib. Kami tidak mengintimidasi anak dan terus berupaya memperhatikan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka setiap harinya” kata Syamsudin.

Menjelang bulan Ramadhan ini Syamsudin beserta seluruh warga tetap akan membantu memenuhi kebutuhan kedua anak tersebut. Syamsudin juga telah melakukan pendekatan kepada salah seorang pemuka agama yang merupakan Ketua Persis Jakarta Timur dan merupakan salah satu warganya yaitu Ustad Furqan untuk dapat memberikan penguatan dan pembelajaran melalui sisi spiritual.

Selain itu, Syamsudin melakukan pendekatan kepada teman-teman anak, para tokoh masyarakat, serta guru-guru kedua anak tersebut untuk bersama menghadirkan perhatian dan kasih sayang bagi kedua anak tersebut. Teman-teman kedua anak tersebut contohnya, setiap harinya menelepon anak melalui sambungan video agar kedua anak tersebut tidak merasa kesepian, tetap dapat berbagi perasaan, serta bercerita. Sementara guru-guru terus memantau pembelajaran kedua anak sekaligus terus memberikan penguatan.

Pemandangan indah yang dapat dicontoh oleh seluruh warga Indonesia. Disaat banyak sekali warga yang mengintimidasi korban covid-19, Syamsudin bersama warganya dapat menunjukkan hal yang berbeda. Kolaborasi yang harmoni diantara seluruh warga menjadi semangat bagi kedua anak tersebut. BRSAMPK Handayani akan terus mendukung upaya Syamsudin beserta warga dalam merespon kondisi darurat yang dialami anak. Selanjutnya, BRSAMPK Handayani akan tetap melakukan pengawasan serta monitoring terhadap kedua anak tersebut.

Penulis: Tirani Larasati




Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani Terjang Rasa Takut: Respon Kasus Ketelantaran Anak Dampak Covid-19

JAKARTA (20 April 2020), DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah terdampak covid-19 terbanyak di Indonesia. Siang ini, Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani merespon pengaduan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pekerja sosial BRSAMPK Handayani bergerak cepat melakukan asesmen sosial.

Pengaduan dari KPAI tersebut mengenai kondisi ketelantaran anak yang bertempat tinggal di sekitaran Bambu Apus Jakarta Timur. Kondisi ketelantaran anak tersebut disebabkan sang Ibu yang saat ini dinyatakan berstatus positif covid-19 dan sedang dalam perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Jakarta Timur, sementara sang ayah berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) di RS Wisma Atlit Jakarta.

Bersama dengan ketua RT, para pekerja sosial BRSAMPK Handayani mencoba mencari informasi mengenai kondisi anak dan kebutuhan-kebutuhan anak yang harus segera dipenuhi. Setelah berbincang cukup banyak dengan ketua RT, pekerja sosial langsung mengunjungi rumah anak untuk segera memberikan penguatan dan penyuluhan berkaitan dengan pencegahan covid-19 kepada anak. Kedua anak tersebut telah melakukan isolasi secara mandiri selama 6 (enam) hari.

Setelah dilakukan asesmen, diketahui apa saja kebutuhan anak, para pekerja sosial BRSAMPK Handayani bergegas memberikan bantuan sosial respon kasus bagi kedua anak tersebut. Selain makanan dan peralatan sekolah seperti buku tulis dan alat tulis, sang kakak juga membutuhkan akses kuota internet karena materi-materi sekolah dilakukan melalui sambungan internet. Selain itu, pekerja sosial juga telah menghubungkan anak dengan pihak Puskesmas Cipayung untuk segera dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya, pekerja sosial BRSAMPK Handayani akan tetap melakukan pengawasan, perlindungan dan pemenuhan hak dan kebutuhan kedua anak tersebut selama kedua orang tuanya berada dalam perawatan di RS.

Penulis: Tirani Larasati

WhatsApp Image 2020-04-21 at 12.42.56 (1)
WhatsApp Image 2020-04-21 at 12.42.57
WhatsApp Image 2020-04-21 at 12.42.56

Previous
Next




Pelaksana Rehabilitasi Sosial BRSAMPK Handayani Selenggarakan Konsultasi Daring Bagi Anak-Anak Indonesia

JAKARTA (17 April 2020) – Sejak awal bulan Maret 2020, pemerintah Indonesia telah menggalakkan social distancing berkaitan dengan penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Seluruh siswa-siswi di hampir seluruh wilayah Indonesia diwajibkan untuk belajar di rumah dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Begitu pula dengan seluruh pekerja dan pegawai di Indonesia, tidak terkecuali seluruh pegawai BRSAMPK Handayani. Melalui Surat Edaran No. 690/4.1/KS.02/03/2020 tentang Penanganan dan Pencegahan COVID 19 di Lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, secara terperinci dijelaskan mengenai langkah-langkah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pegawai, seperti pelaksanaan work from home dan menutup semua akses Unit Pelayanan Teknis (UPT) sampai kondisi dinyatakan aman.

Namun, semangat untuk melindungi anak-anak Indonesia dan membantu menyelesaikan permasalahan anak tetap hidup pada seluruh pelaksana rehabilitasi sosial BRSAMPK Handayani. Sejak 30 Maret 2020, pelaksana rehabilitasi sosial yang terdiri dari para pekerja sosial, para psikolog, penyuluh sosial, dan para perawat tidak tinggal diam untuk tetap menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak walaupun harus bekerja dari rumah. Setiap harinya, para pelaksana rehabilitasi sosial BRSAMPK Handayani membuat materi-materi penyuluhan sosial yang disebarkan melalui media sosial instagram, facebook, dan whatsapp. Konsultasi daring ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jum’at dimulai pukul 07.300-16.00 WIB. Seluruh anak-anak Indonesia bahkan orang tua bisa langsung berkonsultasi melalui media sosial yang telah ditentukan. Pelaksana rehabilitasi sosial yang bertanggungjawab pada hari tersebut, akan dengan sigap merespon dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mereka.

Hingga berita ini diturunkan, para pelaksana rehabilitasi sosial BRSAMPK Handayani telah menerima konsultasi sebanyak 15 (lima belas) kali. Anak-anak Indonesia yang melakukan konsultasi secara daring dimulai dari usia 14 (empat belas) tahun hingga 18 (delapan belas) tahun dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, bahkan Jawa Tengah. Pelaksana rehabilitasi sosial BRSAMPK Handayani optimis untuk tetap dapat memberikan pelayanan bagi anak-anak Indonesia walaupun dalam segala keterbatasan. Konsultasi daring ini akan tetap dijalankan oleh para pelaksana rehabilitasi sosial dengan hati gembira dan semangat perlindungan anak.

Oleh : Tirani Larasati

Info selengkapnya klik link dibawah ini:

View this post on Instagram

Halo anak Indonesia.. Menanggapi pandemi covid 19, yang mewajibkan kita untuk #dirumahaja, BRSAMPK Handayani punya terobosan baru nih bagi kalian dan keluarga kalian untuk tetap dapat berkomunikasi dengan para ahli yang ada di BRSAMPK Handayani. Kalian yang punya masalah atau bahkan cuma sekedar ingin "curhat" akan kami bantu melalui konsultasi online ini. INI GRATIS LOH!! Pokonya tunggu kami mulai Senin 30 Maret 2020 pukul 07.30 s/d 16.00 WIB. Nantinya kami akan hadir setiap hari Senin s/d Jum'at. Ayo anak-anak Indonesia, kita ngobrol yuk.. tapi INGAT #dirumahaja ya… #kemensosri #ditjenrehsos

A post shared by BRSAMPK Handayani Jakarta (@brsampkhandayani) on