Panti Sosial Marsudi Putra "Handayani" Jakarta_Jln PPA Bambu Apus Cipayung_Telepon/Fax. 021.8445679
· Selayang Pandang (Overview)
· Motto
· Visi dan Misi (Vision and Mision)
· Status dan Tugas (Status and Task)
· Struktur Organisasi (Organizational Structure)
· Sumber Daya Manusia (Human Resources)
· Fungsi (Function)
· Sasaran dan Garapan (Targets)
· Sarana dan Prasarana (Facility and Infrastructure)
· Peta Lokasi (Location)
· Maklumat Pelayanan (Service Declaration)
· Saran dan Pengaduan (Suggestions and Complaints)
· Kriteria Penerima Manfaat (Criteria of Beneficiaries)
· Alur Pelayanan (Service Flow)
· Menteri Sosial Republik Indonesia (Social Minister Republic of Indonesia)
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links


Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

Sisa-Sisa Kerusuhan 22 Mei 2019

Oleh : Tirani Larasati

Tentu belum hilang dalam ingatan, Indonesia seperti kehilangan “budayanya”. 22 Mei 2019, menjadi saksi sejarah dimana kerusuhan dan demo besar-besaran terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebut saja salah satunya adalah di DKI Jakarta. Ibu kota negara kita. Entah apa tujuan dan motif dibalik kerusuhan dan demo besar-besaran ini, namun yang jelas banyak nyawa yang hilang sia-sia, krisis kepercayaan, serta provokasi berkedok agama dan kepentingan masing-masing menjadi makanan masyarakat Indonesia beberapa hari ke belakang ini. Berita yang disuguhkan baik di televisi, radio, media elektronik sungguh sangat menyedihkan. Beginikah seharusnya negara demokratis berjalan?

Meninggalkan kekisruhan yang terjadi di 22 Mei 2019, BRSAMPK Handayani secara masif menerima rujukan anak-anak yang terlibat dalam kerusuhan dan demo yang terjadi. Tidak lebih dari 52 anak dirujuk oleh Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat dalam 2 hari terakhir ini. Sabtu ini, tanggal 25 Mei 2019, tidak tinggal diam, BRSAMPK Handayani bergerak cepat untuk menangani anak-anak yang terlibat dalam kasus kerusuhan ini. Seluruh pekerja sosial BRSAMPK Handayani segera melakukan asesmen atau penggalian masalah kepada 52 anak. Dibantu oleh 10 orang tenaga sakti peksos DKI Jakarta, seluruh tahapan asesmen dapat berjalan dengan lancar.

Tidak sampai disitu, pemeriksaan kesehatan dan perawatan kesehatan segera dilakukan oleh perawat BRSAMPK Handayani untuk memastikan kesehatan ke-52 anak tersebut. Tak lupa pemeriksaan psikologis pun dilakukan oleh para psikolog BRSAMPK Handayani untuk melengkapi analisa permasalahan ke-52 anak tersebut, karena pemenuhan kebutuhan hak anak menjadi hal yang paling utama dalam hal ini. Walaupun nampak wajah-wajah lelah anak-anak ini, mereka tetap dapat kooperatif melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh seluruh petugas di BRSAMPK Handayani.

Hadir pula pada hari ini, Neneng Heryani selaku Kepala BRSAMPK Handayani memberi dukungan serta motivasi kepada anak-anak agar tetap dapat kondusif melaksanakan seluruh proses rehabilitasi sosial yang diberikan kepada seluruh anak-anak. Sulistya Ariadhi selaku Kasubbag Tata Usaha dan Bambang Wibowo selaku Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial terus memantau pelaksanaan seluruh tahapan pada hari ini. Nahar, selaku Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta perwakilan dari Ombudsman turut hadir mengawal perjalanan tahapan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh BRSAMPK Handayani pada hari ini.

Selanjutnya, seluruh pekerja sosial yang menangani ke-52 anak tersebut akan melakukan koordinasi dengan pihak perujuk untuk mendorong terlaksananya diversi dalam penyelesaian permasalahan ke-52 anak tersebut sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak No. 11 tahun 2012. Pendampingan hukum dan advokasi sosial akan terus dilaksanakan oleh pekerja sosial BRSAMPK Handayani untuk memastikan seluruh anak-anak terpenuhi kebutuhan dan hak-haknya sebagai anak. Selain itu, pekerja sosial akan pula melakukan koordinasi dengan keluarga anak-anak agar dapat mendukung berjalannya proses hukum yang dilaksanakan bagi mereka.

Tentunya tidak hanya BRSAMPK Handayani, seluruh masyarakat Indonesia tidak ingin hal yang sama terjadi lagi, terutama apabila permasalahan ini terus melibatkan anak-anak. Perlindungan anak melalui pencegahan kenakalan remaja menjadi salah satu hal yang digaris bawahi oleh BRSAMPK Handayani. BRSAMPK Handayani akan terus berupaya membantu negara untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, perlindungan bagi anak di Indonesia.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 32 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

Cerita Pilu Dn dan Kebangkitannya

Oleh : Maria Josefin Barus

Mengikuti Ujian Nasional tingkat SMP adalah hal yang paling membahagiakan bagi Dn (16 thn) siswi di sebuah SMPN di Bogor. Bersama dengan beberapa temannya, mereka merayakan keberhasilan ini dengan jalan-jalan di sekitar kota Bogor. Saat itu ada dua orang laki-laki menghampiri mereka untuk meminta nomer HP. Karena merasa tidak mengenal laki-laki an. Sd tersebut mereka tidak memberikan nomer HP. Entah dari mana laki-laki tersebut mendapatkan nomer HP Dn dan mengajak Dn untuk bertemu. Berkali-kali di tolak oleh Dn sampai akhirnya Dn memenuhi permintaan Sd. Dn menemui Sd tersebut dan Dn dibawa ke rumah teman Sd. Di sana, Dn diberi minuman dan mulai merasa kehilangan kesadarannya, Dn merasa tidak nyaman dan merengek untuk diantar pulang, tapi dibawa ke sebuah rumah kosong lalu tidak ingat apa yang terjadi. Saat pagi hari Dn merasa perih di sekitar kemaluannya dan Dn menyadari dirinya diperkosa. Dn diancam oleh Sd agar tidak menceritakan kepada siapapun tentang kejadian ini dan Dn tidak pernah bertemu lagi dengan Sd. Dn diantar pulang dan tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun.

Selama ini siklus menstruasi Dn tidak teratur sehinga Dn tidak merasakan ada yang aneh dengan dirinya dan sampai akhirnya 3 Januari 2017, Dn merasa sakit perut dan ingin buang air besar. Dn pergi ke kamar mandi dan tidak merasakan ada apapun ada yang keluar, hal ini berulang beberapa kali. Dn merasa dirinya akan menstruasi sehingga merasa sakit perut. Dn melahirkan seorang diri di kamar mandi rumahnya. Dn sangat kaget dan takut melihat bayi yang sudah tidak bergerak yang baru dilahirkannya. Keluarga Dn sangat terkejut dengan kejadian ini, mereka segera memanggil bidan desa untuk menolong Dn dan bayinya. Namun kondisi bayi tidak tertolong.

Atas kejadian ini Dn dilaporkan dan diadili dengan perkara “ Dengan Sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati”. Dn menjadi Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Selama menjalani proses hukum baik penyidikan, penuntutan dan persidangan Dn tetap mendapatkan hak pendidikan walaupun belum menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Bulan Februari 2019, PN Bogor menyatakan Dn bersalah dan mengikuti pelatihan kerja di BRSAMPK Handayani Jakarta selama 6 (enam) bulan. Dn menerima keputusan ini dan siap mengikuti kegiatan rehabilitasi social di BRSAMPK Handayani.

Melalui pendampingan pekerja sosial, Dn menceritakan bahwa Dn menyesal atas kelalaian nya menjaga dirinya sehingga Dn dimanfaatkan oleh orang lain, Dn juga belajar menghargai pentingnya kejujuran terlebih kepada kedua orang tuanya. Mungkin jika dari awal Dn Jujur dan bersifat terbuka masalah ini tidak akan terjadi dalam hidup Dn. BRSAMPK Handayani menjadi tempat pembelajaran bagi Dn mengenai penting nya fungsi keluarga dalam hidupnya, pentingnya kejujuran dalam menjalani kehidupan serta pentingnya mendekatkan diri kepada Allah.

Selama berada di BRSAMPK Handayani, Dn mengikuti berbagai kegiatan yang ada mulai dari bimbingan fisik, sosial, mental dan bimbingan psikososial yang diberikan oleh pekerja sosial. Dn juga mengikuti kegiatan vocational yaitu keterampilan handycraft di siang hari. Sore hari kegiatan di isi dengan olah raga dan membersihkan asrama tempat tinggalnya. Jika tidak ada halangan, Dn akan dikembalikan kepada keluarga pada tanggal 11 Juli 2019. Mohon doa agar Dn dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga sehingga menjalani kehidupannya bersama dengan keluarga.

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 21 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR KUNJUNGAN DAN SOSIALISASI BALAI
Berita

BRSAMPK Handayani Terima Praktek Kunjungan Lapangan Pendidikan dan Pelatihan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dari Kejaksaan RI

Oleh : Rizka Surya Ananda


Jakarta, Senin 6 Mei 2019, sebagai salah satu balai yang memberikan rehabilitasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), BRSAMPK Handayani kerap menjadi tujuan kunjungan diklat Sistem Peradilan Pidana Anak yang diselenggarakan oleh instansi lain. Hal ini sejalan dengan misi BRSAMPK Handayani yaitu menjadi pusat kajian dan model percontohan bagi pengembangan rehablitasi sosial anak memerlukan perlindungan khusus (AMPK), dimana ABH merupakan salah satu dari 15 kluster AMPK.

 

Rombongan tiba di balai pada pukul 08.00 WIB dan disambut langsung oleh Kepala BRSAMPK Handayani Neneng Heryani. Hadir bersama rombongan Kepala Pusat Diklat Teknis Fungsional pada Balai Diklat Kejaksaan RI Rudi Prabowo Aji.

“Kunjungan lapangan ini merupakan salah satu rangkaian diklat SPPA Kejaksaan ini. Para peserta diharapkan dapat menggunakan momentum ini dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan informasi mengenai proses rehabilitasi sosial di Balai atau LPKS”, sebut Rudi dalam pengantar maksud dan tujuan kunjungan praktek kerja lapangan diklat SPPA Kejaksaan RI.

Rudi juga menyebutkan bahwa peserta diklat terdiri dari 26 peserta yang berasal dari berbagai profesi dan lintas daerah. Peserta diklat terdiri dari Jaksa, Hakim, PK BAPAS, Polisi, dan Pekerja Sosial yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Papua, Gorontalo, dan daerah lainnya.

Sementara itu, Neneng Heryani selaku Kepala BRSAMPK Handayani juga memberikan pemaparan materi tentang program dan layanan di BRSAMPK Handayani serta model rehabilitasi sosial baru yang dikembangkan oleh Dirjen Rehson yaitu Progres 5.0 New Platform. Model ini menuntut adanya rehabilitasi sosial tingkat lanjut yang menekankan pada kapabilitas dan tanggung jawab sosial. Selain itu, Neneng juga mengemukakan penyesuaian yang harus dialami oleh balai terkait dengan mulai berlakunya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang membagi peran dan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan dan perlindungan anak.

Peserta kegiatan mengunjungi fasilitas yang ada di BRSAMPK Handayani, diantaranya Rumah Antara, Gedung Minat Bakat, Ruang Ketrampilan, Rumah Perlindungan Anak. Peserta juga berkesempatan melihat langsung proses rehabilitasi yang sedang berlangsung, seperti terapi, bimbingan sosial, bimbingan spiritual, dan pemeriksaan psikologis.

Selain itu, peserta diklat juga dapat berinteraksi langsung dengan penerima manfaat yang merupakan ABH. Penerima manfaat diajak untuk berdiskusi mengenai cita-cita mereka di masa depan dan permasalahan hukum yang mereka hadapi.

“tidak ada kata terlambat, semua dapat meraih masa depannya. Asalkan rajin belajar, sekolah, berusaha, dan berdoa”. Begitu salah satu peserta diklat memotivasi anak-anak dan disambut tepuk tangan riuh anak-anak.

 

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 17 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

Memupuk Kerja Sama dalam Kegiatan Outbond

Oleh : Nana Amalia

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, yaitu 2 Mei 2019 Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta mengadakan kegiatan outbond bagi semua Peneriman Manfaat (PM) seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan outbond kali ini dilaksanakan di Telaga Rusa, Ciseeng Bogor. Sejumlah pegawai diikutsertakan dalam kegiatan ini untuk mendampingi PM selama mereka mengikuti outbond.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok oleh Koordinator Pendamping, Sri Musfiah. Peserta kegiatan dibagi menjadi sepuluh kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari sepuluh PM dan dua sampai tiga pendamping. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemberian arahan oleh Kasi Layanan dan Rehabilitasi Sosial sekaligus Ketua Kegiatan Outbond, Bambang Wibowo dan sesi foto bersama. Semua peserta kegiatan berangkat ke tempat kegiatan oubond menggunakan bus pada pukul 08.00 WIB.

Rombongan tiba di lokasi outbond sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung disambut oleh fasilitator kegiatan. Semua PM berkumpul dan berbaris untuk dibagi lagi menjadi dua kelompok besar. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 50 PM dengan sepuluh pendamping dan tiga fasilitator. Sebelum kegiatan dimulai, Kepala BRSAMPK Handayani, Neneng Heryani memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut terlebih dahulu. Beliau menyampaikan bahwa demi terlaksanakanya kegiatan oubond dengan baik, diharapkan agar setiap peserta mampu untuk diajak bekerjasama.

Sebelum permainan dimulai, fasilitator setiap kelompok memberikan ice breaking kepada kelompoknya masing-masing untuk memecah kekauan dari peserta. Setelah itu, serangkaian permainan diikuti setiap peserta dengan penuh semangat dan tanggungjawab. Beberapa permainan tersebut antara lain:

  1. Pipa Air
  2. Tarik Tambang
  3. Bakiak / Terompah Kayu
  4. Ban Bambu
  5. Flying Fox 
  6. Perang Bantal
  7. Jembatan Goyang Tangkap Ikan

Semua PM terlihat begitu riang gembira saat mengikuti kegiatan tersebut. Terlihat dari pancaran mata dan rona wajah yang mereka tampilkan. Senda gurau dan gelak tawa menghiasi setiap sudut tempat tersebut. Tingkah konyol namun wajar dan banyolan-banyolan khas anak seusia mereka juga turut serta menghiasi kegiatan outbond di siang hari tersebut. Tak jarang hal tersebut turut mengundang tawa bagi PM lain maupun para pendamping.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 16 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
EVALUASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM
Berita

Evaluasi Program Layanan dan peningkatan Kualitas SDM tiga BRSAMPK

Oleh : Rizka Surya Ananda

Bandung, 26 April 2019, Tiga Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus yaitu BRSAMPK Handayani, BRSAMPK Antasena, dan BRSAMPK Paramita melaksanakan kegiatan Evaluasi Program Layanan dan Peningkatan Kulaitas SDM di Hotel El Royale, Bandung Jawa Barat. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dan dihadiri oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan hambatan pelaksanaan rehabilitasi sosial, memperbaiki dan meningkatkan program pelayanan rehabilitasi sosial yang telah dilaksanakan di tiga balai, dan meningkatkan motivasi bagi pegawai tiga balai dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi AMPK.Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari pegawai di BRSAMPK Handayani, BRSAMPK Antasena, dan BRSAMPK Paramita.

Dalam arahannya, Edi Suharto berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkaan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi AMPK, termasuk juga bagi deportan yang terpapar paham radikalisme. Selanjutnya, Edi Suharto mengatakan bahwa UU No. 23 Tahun 2014 mengubah perspektif rehabilitasi sosial yang selama ini telah dilaksanakan.

Diharapkan dengan bergantinya tugas dan fungsi dari panti ke balai, dapat dikembangkan pola-pola baru dalam menangani anak yang memerlukan perlindungan khusus. Terutama dalam periode rehabiltasi sosial. Anak tidak boleh terlalu lama berada mendapatkan rehabilitasi di dalam balai, namun sesegera mungkin dikembalikan ke dalam pengasuhan keluarga. Oleh karena itu, family support merupakan bagian penting dalam platform baru Progresa 5.0 New Platform.

Selain memberikan arahan tentang program dan pelayanan direktorat jenderal rehabilitasi sosial, Edi Suharto juga mengajak peserta untuk mengenali potensi menjadi innovator dalam diri pegawai. Para peserta diminta untuk menjawab 14 pertanyaan mengenai sikap terhadap inovasi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dihitung dengan metode yang telah ditentukan sehingga terlihat potensi menjadi inovator dalam diri peserta kegiatan.

Edi juga mengemukakan budaya organisasi yang harus dimiliki oleh pegawai. Budaya ini disingkat menjadi CBA (Core values, Behaviour, dan Artefact). Core values adalah kesamaan nilai dan visi yang harus dimiliki oleh semua pegawai. Adanya kesamaan nilai dan visi akan mempermudah kemajuan suatu organisasi karena setiap orang yang bernaung mempunyai tujuan yang sama , yaitu memajukan organisasi sesuai dengan visi organisasi. Budaya kedua adalah behaviour atau perilaku. Perilaku yang dimaksuda adalah perilaku yang akan mendukung kemajuan organisasi yaitu disiplin, semangat, berkinerja, dan perilaku suportif lainnya. Ketiga adalah artefact atau simbol-simbol yang sama dan mempunyai ciri khas tersendiri. Edi mengusulkan agar 3 balai memiliki gedung dengan desain yang khas sehingga orang-orang akan mengetahui bahwa gedung tersebut adalah gedung perlindungan anak.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 17 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
UPACARA
Berita

Peringatan Hari Kartini Tahun 2019

Oleh : Tirani Larasati


Peringatan lahirnya Raden Ajeng Kartini dilaksanakan melalui upacara bendera pada Senin, tanggal 22 April 2019. Bertempat di lapangan upacara BRSAMPK Handayani, BRSKPN Bambu Apus dan BRSPDSRW Melati turut serta hadir dalam upacara peringatan hari Kartini ini dengan khidmat. Tidak hanya seluruh pegawai dari ketiga Balai ini saja yang mengikuti upacara, namun seluruh Penerima Manfaat (PM) juga diikut sertakan untuk memupuk rasa cinta tanah air. Dalam upacara peringatan Hari Kartini ini, seluruh petugas upacara merupakan wanita. Hal ini menunjukkan proses emansipasi wanita yang sering digaungkan oleh Kartini. Dalam sambutannya, Neneng Heryani menyampaikan bahwa tugas kita sebagai penerus bangsa tidak seberat tugas para pahlawan, kita harus dapat memaknai peringatan hari Kartini ini untuk memberantas kebodohan dengan terus belajar dan membangun bangsa negara ke arah yang lebih baik lagi. Upacara Peringatan Hari Kartini ini dapat berjalan dengan lancar tanpa menemukan hambatan apapun.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 22 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR KUNJUNGAN DAN SOSIALISASI BALAI
Berita

Kunjungan "Regional Training Women, Peace, and Security "
dalam Rangka Belajar di BRSAMPK Handayani

Oleh : Maria Josefin Barus

Jakarta, 10 April 2019, BRSAMPK Handayani menerima Kunjungan dari Kementerian Luar Negeri dalam rangka pelaksanan kegiatan “Regional Training on Women, Peace and Security” . Rombongan adalah para perempuan yang merupakan perwakilan beberapa negara ASEAN . Pukul 08.00 WIB rombongan tiba di halaman BRSAMPK Handayani dan disambut dengan tarian tor-tor oleh anak-anak Penerima Manfaat (PM) di BRSAMPK Handayani, beberapa perempuan terlihat ikut menari bersama dengan anak-anak.


 

Kunjungan ini diawali dengan paparan dari Kepala BRSAMPK Handayani mengenai program pelayanan dan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan di BRSAMPK Handayani, fasilitas yang ada di BRSAMPK Handayani serta tugas dan fungsi BRSAMPK Handayani untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak Indonesia.

Dalam sambutannya, Neneng Heryani juga menyampaikan bahwa harapannya setiap orang yang datang ke BRSAMPK Handayani mendapatkan pembelajaran dari sistem rehabilitasi sosial yang dilaksanakan bagi PM yang ada di sini. Para PM mengajari kita rasa syukur yang sesungguhnya dengan keikhlasan mereka untuk mengikuti semua kegiatan rehabilitasi sosial yang ada di BRSAMPK Handayani. Sebagai ketua rombongan, Bapak Mohammad Syarif Alatas, selaku Direktur Kerjasama Teknis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa semua pembelajaran yang didapatkan di BRSAMPK Handayani diharapkan dapat diterapkan dalam penanganan kasus anak dan perempuan di negara masing-masing para peserta Training on Women, Peace and Security. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pengamatan dan observasi secara langsung terhadap kegiatan yang dilakukan di lingkungan BRSAMPK Handayani. Pengamatan dan observasi di lakukan oleh seluruh peserta kegiatan Training on Women, Peace and Security. Fasilitas yang dikunjungi adalah Rumah Pelindungan Sosial Anak(RPSA), Gedung Minat dan Bakat, Rumah Antara, Sekolah Luar Biasa (SLB) E Handayani, Asrama Kepengasuhan dan Ruang Telepon Sahabat Anak (TEPSA).


 

Selesai berkeliling, rombongan menuju ruang Galeri BRSAMPK Handayani untuk melihat dan membeli beberapa hasil karya anak. Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama di halaman kantor BRSAMPK Handayani.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 13 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

FENOMENA ANAK DIBALIK JERUJI
Berkaitan dengan UU NO 11 Tahun 2012
Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Oleh : Tirani Larasati

Era globalisasi, modernisasi, komputerisasi, atau nama apapun yang menunjukkan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin berkembang dan maju, saat ini tidak dapat dipungkiri lagi. Tentunya hal tersebut membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat, para remaja pada khususnya. Salah satu tantangan besar bagi mereka yaitu dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan di era ini. Keluarga (seperti: orang tua, kakak/ adik, paman/ bibi, nenek dan kakek) menjadi pagar yang paling dasar dalam perlindungan tumbuh kembang mereka. Peran keluarga tidak dapat dianggap sebelah mata saja, apabila pengawasan dan perlindungan tidak dilakukan oleh keluarga, maka para remaja akan menelan kemajuan era ini secara “mentah-mentah”. Berdasarkan teori perkembangan yang disampaikan oleh Erik Erickson bahwa pada hakikatnya masa remaja merupakan masa membentuk dan menunjukkan identitas diri, maka segala hal baru yang dilihat dan diterima oleh mereka akan dengan cepat terserap dan bukan hal yang tidak mungkin apabila mereka mencobanya. Kecanggihan akses IPTEK pada era ini harus diimbangi dengan pemikiran yang bijak, karena hal apapun yang ingin diketahui akan sangat mudah untuk ditemukan atau dicari tahu melalui media-media yang menghubungkannya. Pemberian pemahaman dan pembentukkan keluarga yang harmonis menjadi senjata untuk menyerang dampak negatif yang akan ditimbulkan (seperti: pelecehan seksual, kekerasan, pencurian, pembunuhan, begal). Dampak negatif tersebut akan dengan mudahnya menggiring para remaja untuk berada di dalam jeruji dan menjadi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH ).

Berkaitan dengan hal tersebut, UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) secara jelas dan terperinci membahas mengenai hak anak terutama yang berkaitan dengan ABH. BRSAMPK Handayani hadir menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Fenomena ABH yang kian muncul ke permukaan dengan berbagai kasus baru dan ragam usia anak, menuntut BRSAMPK Handayani untuk tidak diam di tempat dalam melindungi dan menyelamatkan ABH dari dinginnya tembok penjara. Dalam pasal 1 (7) UU SPPA disebutkan bahwa “Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana”. Bersama dengan aparat desa daerah tertentu, penyidik, PK Bapas, Psikolog, jaksa, hakim, kami bersinergi untuk melakukan diversi dengan pendekatan Restoratif Justice (RJ) atau yang lebih sering disebut Keadilan Restoratif. Pada pasal 1 (6) UU SPPA “Keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/ korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan”. Dalam penerapan UU SPPA, pekerja sosial BRSAMPK Handayani selalu turut serta dalam pelaksanaan diversi yang tefokus kepada pendampingan dan advokasi sosial PM di seluruh wilayah DKI Jakarta bahkan Indonesia. Selama 3 tahun terakhir, BRSAMPK Handayani telah terlibat dalam ratusan diversi. Sayangnya, beberapa kasus yang terjadi kepada ABH yaitu menimpa anak/ remaja yang masih duduk di bangku Sekolah/ berstatus sebagai siswa/i di sekolah tertentu.

Hak seorang anak untuk memperoleh pendidikan tentunya tidak bisa diabaikan. Pertimbangan besar dalam membuat kesepakatan diversi terletak pada pemenuhan kebutuhan hak dasar anak. Kasus yang terjadi diupayakan untuk tidak berlanjut ke proses peradilan, karena penjara serta penahanan hanyalah sebagai pilihan yang terakhir. Menerapkan prinsip keadilan restoratif, dalam proses diversi diupayakan bagi korban dilakukan pemulihan kondisi psikososial, sementara untuk Anak dilakukan pemulihan psikososial melalui rehabilitasi sosial atau pengembalian kepada orang tua. Berkaitan dengan hal tersebut sebagai LPKS-ABH, BRSAMPK Handayani menyelenggarakan rehabilitasi sosial bagi ABH melalui berbagai treatment, seperti: bimbingan sosial, bimbingan mental dan spiritual, bimbingan fisik, bimbingan keterampilan, bimbingan pendidikan di dalam SLB-E, terapi psikososial, dan terapi perubahan perilaku. Harapannnya, ABH yang telah selesai melaksanakan rehabilitasi sosial akan kembali berfungsi sosial di masyarakat, memiliki moral yang lebih baik, memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing, memiliki motivasi untuk berubah, memiliki semangat memperbaiki masa depan, dan tidak lagi terjerumus dalam kegiatan yang melanggar peraturan dan norma yang berlaku. Pada akhirnya, di kemudian hari tidak akan lagi ditemui “fenomena Anak di balik jeruji”.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 16 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

"Bm" dan Kisahnya

Oleh : Maria Josefin Barus

Desember 2017, adalah mimpi buruk bagi "Bm" (17 tahun) pelajar kelas XII di salah satu SMA di Jakarta, malam itu bersama dengan seorang teman "Bm" ditangkap penyidik dari Polres Jakarta Timur atas tuduhan penggunaan narkotika jenis ganja. Penyidik membawa "Bm" ke Polres Jakarta Timur dan melakukan interogasi mengenai keterlibatannya dengan ganja. "Bm" dititipkan di BRSAMPK Handayani selama menunggu proses hukum. BRSAMPK Handayani menjadi tempat awal bagi "Bm" untuk menyadari bahwa tinggal bersama dengan keluarga adalah hal yang paling indah yang selama ini telah disia-siakannya. "Bm" kehilangan kebebasan bertemu dengan keluarga dan "Bm" juga berkejaran dengan waktu untuk belajar demi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di bulan April 2018.


Melalui pendampingan oleh pekerja sosial, "Bm" menceritakan bahwa awal menggunakan narkoba jenis ganja. "Bm" hanya menjadi pemakai biasa, lama-lama "Bm" menjadi ketergantungan dan ia mulai mengedarkan ganja untuk dijual kepada teman-temannya serta di pakainya sendiri (Penyidik menemukan 0,5 kg ganja kering di kamar "Bm"). Proses persidangan kasus "Bm" di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dilaksanakan di bulan Maret 2018, "Bm" dinyatakan bersalah dan diberikan hukuman menjalani rehabilitasi sosial di BRSAMPK Handayani selama 1 (satu) tahun.

Selama berada di BRSAMPK Handayani, "Bm" mengikuti berbagai kegiatan yang ada mulai dari bimbingan fisik, sosial, mental dan bimbingan psikososial yang diberikan oleh pekerja sosial. "Bm" juga mengikuti kegiatan vocational yaitu keterampilan las di siang hari. Sore hari kegiatan di isi dengan olah raga dan membersihkan asrama tempat tinggalnya. BRSAMPK Handayani memberikan kesempatan baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan dan mengikuti UNBK tingkat SMA dan dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup. Selain berbagai kegiatan yang ada, "Bm" juga meluangkan waktunya untuk menyalurkan hobi bermain gitar dan mengajari beberapa anak yang kesulitan membaca IQRO. Saat ini "Bm", mengikuti program Praktek Belajar Kerja (PBK) di bengkel las di daerah Cipayung. PBK ini akan dilaksanakan selama 40 ( empat puluh) hari. Harapan kami agar"Bm" dapat mengikuti program PBK ini dan dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 57 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
PENANGANAN ANAK KORBAN RADIKALISME/TERORISME
Berita

PENANGANAN ANAK KORBAN RADIKALISME/ TERORISME
MELALUI TERAPI PSIKOSOSIAL DI BRSAMPK HANDAYANI 

HANDLING VICTIMS OF CHILDREN WHO EXPOSED BY RADICALISM / TERRORISM THROUGH PSYCHOSOCIAL THERAPY AT BRSAMPK HANDAYANI

Oleh : Tirani Larasati

By: Tirani Larasati

 

BRSAMPK Hanndayani Jakarta secara bertahap dan berkelanjutan melaksanakan rehabilitasi menggunakan pendekatan sosial kepada anak-anak yang terpapar radikalisme atau yang lebih sering dikenal oleh masyarakat dengan sebutan jaringan terorisme. Menggunakan banyak metoda dan teknik, BRSAMPK Handayani semenjak tahun 2016 hingga saat ini dianggap mampu secara efektif menurunkan tingkat paham radikalisme anak-anak. Perubahan tersebut dapat dilihat dalam video yang diunggah dalam media sosial youtube pada channel BRSAMPK Handayani, dengan link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=TKAnHQNo4W8


BRSAMPK Hanndayani Jakarta is gradually and continuously implementing rehabilitation using a social approach for children who exposed by radicalism or who are more commonly known as terrorism networks by the community. Using many methods and techniques, BRSAMPK Handayani since 2016 is considered capable of effectively reducing the radicalism level of children. These changes can be seen in the video uploaded on youtube social media on the BRSAMPK Handayani channel, with the following link:https://www.youtube.com/watch?v=TKAnHQNo4W8

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 36 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR KUNJUNGAN DAN SOSIALISASI BALAI
Berita

USAID Indonesia Jajaki Kerjasama dengan BRSAMPK Handayani
dalam Rehabilitasi Orang Terpapar Radikalisme

Oleh : Rizka Surya Ananda

Perwakilan USAID (United States Agency for International Development Indonesia) pada hari Senin (15/2) mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Handayani untuk menjajaki kerja sama dalam bidang penanganan orang terpapar radikalisme. Seperti diketahui bahwa BRSAMPK Handayani telah menangani klien terpapar radikalime sebanyak 209 dalam waktu 3 tahun terakhir ini. Empat orang perwakilan USAID yang terdiri dari Ryan Washburn selaku Deputy Mission Director, Anders J. Mantius, Kipp Efinger, dan Ketty Kadarwati diterima langsung oleh Kepala BRSAMPK Handayani. Kunjungan kali ini merupakan initial visit sebelum pertemuan pada bulan Maret mendatang. Dalam kunjungan ini, USAID Indonesia dan BRSAMPK Handayani membahas kerja sama untuk program Harmoni : Towards Inclusion and Resilience Activity.

Harmoni merupakan program bentukan USAID Indonesia yang fokus pada resiliensi masyarakat terhadap penyebaran paham radikal dan kelompok ekstrimis. Terdapat tiga tujuan program harmoni yaitu; peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan secara aktif mencegah radikalisasi dan perekrutan oleh kelompok radikal; rehabilitasi dan reintegrasi bagi orang terpapar radikalisme; dan peningkatan resiliensi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri terhadap paham radikalisme dan perekrutan oleh kelompok radikal. Project Development Specialist USAID Ketty Kadarwati mengatakan bahwa kerja sama dengan BRSAMPK Handayani akan berfokus pada proses rehabilitasi dan reintegrasi orang terpapar radikalisme, baik returnee, maupun deportan. Kegiatan kunjungan lebih banyak diisi dengan diskusi mengenai program-program rehabilitasi apa saya yang telah dilaksanakan di BRSAMPK Handayani dan kendala apa yang dihadapi selama memberikan pelayanan rehabilitasi sosial kepada kelompok terpapar radikalisme. Perwakilan USAID juga menyempatkan diri melihat fasilitas dan kegiatan rehabilitasi yang ada di BRSAMPK Handayani dan bertemu langsung dengan penerima manfaat.



Dikirim oleh tirani  ( Reads: 49 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR KUNJUNGAN DAN SOSIALISASI BALAI
Berita

Kunjungan Religious Rehabilitation Group ke BRSAMPK Handayani

Oleh : Rizka Surya Ananda

Pada hari Senin, 4 Februari 2019, Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani menerima kunjungan Religious Rehabilitation Group (RRG) Singapura. RRG merupakan kelompok relawan yang terdiri dari ulama dan guru agama yang berfokus pada penanganan rehabilitasi bagi tahanan anggota Jamaah Islamiah dan keluarga mereka melalui pendekatan agama dan konseling. Sejak berdiri pada tahun 2003, RRG telah merehabilitasi banyak tahanan dan orang yang terpapar radikalisme baik dari Jamaah Islamiyah maupun terafiliasi ISIS. Kunjungan ke BRSAMPK Handayani bertujuan untuk melihat bagaimana proses rehabilitasi sosial bagi deportan dan anak yang terpapar radikalisme sebagai bahan studi banding bagi kelompok mereka.

 

Rombongan RRG difasilitasi oleh Noorr Huda dari Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) yang juga bergerak di bidang penanganan terorisme. Anggota RRG yang turut hadir dalam kunjungan ini berjumlah 7 orang uztad dan uztadzah yang diketuai oleh ustad Muhammad Ali. Rombongan diterima oleh Kepala BRSAMPK Handayani, Neneng Heryani dan dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi mengenai tahapan rehabilitasi sosial yang telah dilaksanakan BRSAMPK Handayani kepada 209 orang yang terpapar radikalisme yang terdiri dari anak dan dewasa. Rombongan RRG juga mengemukakan konsep Al Wala Wal Bara yang banyak disalah pahami oleh anggota Alqaeda maupun ISIS. Al Wala Wal Bara diartikan sebagai kesetiaan dan pengingkaran. Penganut paham radikal mengimami bahwa mereka hanya bisa memberikan kesetiaan (Wala) kepada Islam dan muslim. Sedangkan orang-orang non muslim dan orang muslim yang tidak sependapat dengan mereka harus dijauhi (bara’), dan pada kasus yang paling ekstrim bisa dihilangkan nyawanya. Setelah sesi diskusi rombongan meninjau fasilitas dan proses rehabilitasi sosial yang ada di BRSAMPK Handayani. Rombongan melihat shelter RPSA, SLB-E Handayani, Rumah Antara, dan Gedung Minat Bakat. Pada saat berkunjung ke sekolah, rombongan disambut dengan tari Tor-Tor oleh penerima manfaat yang merupakan siswa SLB-E Handayani. Kunjungan dari RRG diharapkan dapat membuka jaringan dan menambah wawasan bagi RRG sendiri maupun BRSAMPK Handayani. Kedua belah pihak berharap agar dapat bekerja sama lebih intens di masa depan untuk pengembangan metode rehabilitasi sosial bagi orang yang terpapar radikalisme, khususnya anak-anak. 

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 38 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SEPUTAR KUNJUNGAN DAN SOSIALISASI BALAI
Berita

KUNJUNGAN KOICA DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM BALAI

Oleh : Tirani Larasati

Pada tanggal 15 Januari 2019, BRSAMPK Handayani menerima kunjungan dari KOICA (Korean International Cooperation Agency), sebuah organisasi pemerintah Korea yang bertujuan untuk menyediakan program bantuan dana hibah bagi pelayanan publik dan pengembangan program bagi remaja. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan KOICA berjumlah 9 orang yang dikomandoi oleh Kim Sejin selaku Deputy Country Office KOICA dan beberapa perwakilan dari Biro Perencanaan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian 


Kegiatan ini diawali dengan penerimaan kunjungan sekaligus sosialisasi mengenai Balai oleh Kepala Balai, Neneng Heryani. Selama sesi sosialisasi Balai berlangsung, seluruh tamu yang hadir menunjukkan keaktifan serta ketertarikannya pada sesi tanya jawab. Selanjutnya, KOICA membuka diskusi mengenai kebutuhan bagi pengembangan program dan pelayanan rehabilitasi sosial di BRSAMPK Handayani. Setelah sesi diskusi berakhir, seluruh tamu dalam kunjungan KOICA ini melakukan observasi lingkungan dan peninjauan program yang berjalan di BRSAMPK Handayani, meliputi: Rumah aman, Telepon Sahabat Anak (TEPSA), Sekolah Luar Biasa Bagian-E (SLB-E), Rumah Antara, dan seluruh Gedung Vokasional (Otomotif Motor, Las, Pendingin, dan Handycraft). Kegiatan diakhiri dengan peninjauan Ruang Galeri dimana seluruh poduk hasil kegiatan vokasional Penerima Manfaat (PM) dipamerkan serta berfoto bersama.

Kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh KOICA tidak hanya dilakukan ke BRSAMPK Handayani Jakarta, namun dilakukan ke beberapa Balai atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial. Selanjutnya, disampaikan oleh Kim Sejin bahwa dirinya beserta seluruh tim akan melakukan observasi dan analisa mengenai kebutuhan-kebutuhan yang telah disampaikan oleh Kepala-Kepala Balai di seluruh UPT Kementerian Sosial. KOICA akan menghibahkan bantuan dana bagi salah satu UPT yang memang sesuai dengan visi dan misi dari KOICA dan benar-benar membutuhkan bantuan dana bagi pelaksanaan dan pengembangan program. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan apabila BRSAMPK menjadi salah satu UPT yang terpilih.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 36 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
AKTIVASI BRSAMPK HANDAYANI JAKARTA
Berita

Aktivasi Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK)
dalam Rangka Menuju Indonesia Bebas LAPAS Dewasa Tahun 2019

Oleh : Tirani Larasati

Pada hari Senin 17 Desember 2018, seluruh warga BRSAMPK Handayani Jakarta bersuka cita. Dihadiri langsung oleh Menteri Sosial, Agus Gumiwang, seluruh Penerima Manfaat (PM) berlomba-lomba menunjukkan potensi yang dimilikinya. Menari, bernyanyi, membaca puisi, mengaji, hingga berinteraksi secara langsung dengan Menteri Sosial sangat membuat hati para PM berbahagia. Dalam kegiatan aktivasi BRSAMPK Handayani Jakarta, seluruh PM diberikan kesempatan untuk berkreasi. Mereka menyambut dengan bahagia bahwa seluruh ABH diharapkan akan bebas LAPAS dewasa pada tahun 2019. Menurut Agus Gumiwang “satu hal yang paling penting dan berharga dari sebuah Negara adalah generasi muda” disampaikan olehnya rasa bangga dan terharu sulit dibendung saat melihat seluruh PM bersorak soray dan dapat menunjukkan potensinya dengan percaya diri di BRSAMPK Handayani. Selain itu, beliau menyampaikan kepada para PM bahwa tidak boleh mengeluh dan harus banyak bersyukur serta menarilah dan terus tertawa seperti salah satu lirik lagu Nidji “Laskar Pelangi”. Harapan beliau bahwa seluruh PM terus dapat meningkatkan potensinya dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.

kiri ke kanan
Nanang Ermanto, Agus Gumiwang, Edi Suharto

Selanjutnya arahan dan motivasi lainnya disampaikan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto bahwa nantinya BRSAMPK di seluruh Indonesia akan menanganai 15 kategori anak diantaranya: anak dalam situasi darurat, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, anak dengan HIV/AIDS, anak yang menjadi stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/ atau seksual, anak dengan perilaku sosial menyimpang, anak korban kekerasan fisik dan/ atau psikis, anak korban penculikan, penjualan, dan perdagangan, anak korban perlakuan salah dan penelantaran, anak yang menjadi korban pornografi, anak korban kejahatan seksual, anak korban jaringan terorisme, dan anak penyandang disabilitas. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa Kementerian Sosial akan terus mengawal ABH bebas LAPAS dewasa tahun 2019 dan mengalihkan pembinaan rehabilitasi sosial ke Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) ABH yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pemenuhan kebutuhan hak dasar anak serta perubahan perilaku dari ABH itu sendiri harus menjadi fokus utama pembinaan kepada ABH.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto, Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Eka Kanya Santi, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Nahar, Kepala BRSAMPK Handayani Jakarta Neneng Heryani dan 7 kepala BRSAMPK lainnya di seluruh Indonesia seperti: BRSAMPK Mataram, BRSAMPK Todoupoli Makassar, BRSAMPK Antasena Magelang, BRSAMPK Alyatama Jambi, BRSAMPK Rumbai Pekanbaru, BRSAMPK Naibonat Kupang, dan LRSAMPK Darussa’adah Aceh, Perwakilan Lembaga dan Kementerian lainnya. Selanjutnya, hadir pula Nanang Ermanto yang saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Lampung Selatan dimana beliau merupakan mantan siswa dari SLB-E Handayani Jakarta angkatan tahun 1984. Beliau memberikan banyak motivasi kepada para PM dan memberikan contoh yang luar biasa. Beliau menyampaikan bahwa sifat nakal dan masa lalu yang suram itu bisa kita rubah asalkan kita sadar dan memiliki niat yang kuat untuk berubah. Seluruh kisah hidup beliau diceritakan secara singkat kepada para PM dan disambut dengan antusias oleh seluruh PM yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini berlangsung sekitar 2 jam dimulai pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dan diakhiri oleh peresmian gedung kantor BRSAMPK Handayani Jakarta oleh Menteri Sosial, Agus Gumiwang. Seluruh PM pun ikut larut dalam suasana bahagia persemian dan aktivasi BRSAMPK serta sangat merasa bahagia karena dapat berinteraksi langsung dengan Menteri Sosial.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 266 )  (selengkapnya... | Nilai: 1)    
SEPUTAR REHABILITASI SOSIAL
Berita

OUTBOUND BRSAMPK Handayani Tahun 2018
di Pelita Desa, Ciseeng, Bogor

Oleh : Maria Josefin Barus

 

Dalam rangkaian kegiatan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), pada hari Selasa, 18 September 2018 BRSAMPK Handayani melaksanakan kegiatan Outbond bertempat di YPI Ciseeng, Bogor. Ketua Pelaksana kegiatan adalah Sri Musfiah. Kegiatan ini melibatkan para pegawai untuk melakukan pendampingan bagi Penerima Manfaat (PM) selama mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini dibuka di depan kantor BRSAMPK Handayani pada pukul 07.00 WIB oleh Sulistya Ariadhi, selaku Kepala Sub Bagian Tata usaha BRSAMPK Handayani Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kepada seluruh peserta dan pendamping kegiatan Outbound untuk bekerja sama mendukung acara Outbound yang diadakan oleh Seksi Rehabilitasi Sosial. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan doa bersama kemudian menuju bus yang telah disiapkan untuk menuju lokasi Outbound. Pukul 09.00 WIB rombongan sampai di lokasi Outbound. Pelita Desa telah dikenal sejak tahun 2005 sebagai bagian dari Yayasan Pelita Ilmu. Pelita Desa terletak di Desa Putat Nutug Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pelita Desa memiliki 2 area Outbound dan edukasi yaitu Area EDU 1 dan Area EDU2. Area EDU 1 merupakan area rekreasi dan edukasi bagi anak TK dan SD sedangkan Area EDU 2 bagi siswa yang lebih besar dan berada di tepi Kali Cisadane. Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :

  1. Warming Up
  2. Tom and Jerry
  3. Lomba Tarik Tambang
  4. Hola Hop
  5. Pipa Bocor
  6. Twoline
  7. Burma Bridge
  8. Jembatan Goyang
  9. Flying Fox
  10. V-Bridge Besi

Para PM dan pendamping terlihat sangat menikmati acara Outbound ini, hal ini terlihat dari senyum dan gelak tawa yang terdengar memenuhi area Outbound. Kegiatan Outbound ini ditutup pada pukul 15.30 WIB oleh Bambang Wibowo selaku kepala Seksi Rehabilitasi Sosial BRSAMPK Handayani.

 

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 84 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
HARI ANAK NASIONAL 2018
Berita

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN)
BRSAMPK Handayani Tahun 2018
“Anak Indonesia Genius dan Berprestasi”

Oleh : Maria Josefin Barus

Anak Indonesia, Anak Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat (Genius).Anak Indonesia, Anak Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat (Genius) adalah tema dari peringatan HAN yang diangkat oleh Kementerian Sosial RI. Peringatan HAN di Kementerian Sosial RI dilaksanakan dalam bentuk One Day For Children (ODFC). Sebagai Unit Pelaksana Teknis, BRSAMPK Handayani melaksanakan ODFC dengan tema “Anak Indonesia Genius dan Berprestasi”. Senin, 3 September 2018 bertempat di Family Park Citra Green Cibubur dilaksanakan kegiatan ODFC bagi para Penerima Manfaat (PM) yang berada di BRSAMPK Handayani. Ketua Pelaksana kegiatan adalah Sudiyana, dan melibatkan para pegawai untuk melakukan pendampingan bagi PM selama mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh Neneng Heryani, M. Pd, selaku Kepala BRSAMPK Handayani Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ODFC dan berharap melalui kegiatan ini, para PM dapat menikmati satu hari yang diberikan untuk bergembira bersama.Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu “Indonesia Raya” dan Lagu “Mars BRSAMPK Handayani”. Kegiatan ini juga dihadiri dari perwakilan Bank Jawa Barat Banten yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan ODFC. Melalui kegiatan ODFC ini diharapkan anak-anak di BRSAMPK Handayani dapat menampilkan kemampuan yang dimiliki baik berupa tarian, nyanyian maupun puisi yang di tampilkan. Selain itu diharapkan melalui kegiatan ODFC ini, setiap anak dapat menikmati haknya sebagai anak untuk melewati satu hari ini dengan bergembira dan bermain bersama teman sebayanya.Para PM terlihat cukup bersemangat mengikuti kegiatan ini, sesekali terlihat senyum di wajah mereka saat melihat teman-temannya menampilkan aktivitas di atas panggung. Kegiatan ini ditutup pada pukul 15.30 WIB oleh Bambang Wibowo selaku kepala Seksi Rehabilitasi Sosial BRSAMPK Handayani.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 62 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Ucapan Bela Sungkawa
Berita

Adalah Saraswati, pekerja sosial penyelia. Ia adalah contoh nyata dari kerja keras, semangat pantang menyerah, dan sosok yang sangat menginspirasi. Beliau tidak pernah menyerah dengan keadaan, walaupun keadaan terburuk menyapanya. Baginya bertemu dan berbincang dengan anak-anak selalu dapat menjadi obat dalam kesehariannya. Kursi roda itu, bukanlah penghalangnya berkreatifitas, keterbatasannya bukanlah penghalang untuk selalu menyongsong pagi dan berbagi senyuman serta tawa dengan anak-anak.
Namun kini, cukuplah pelajaran hidup kau ajarkan kepada kami “si orang-orang yang sering kali tidak bersyukur atas rahmat-Nya”. Cukuplah 30 tahun kau mengabdi untuk Indonesia. Kami banyak belajar darimu Bu. Sosok panutan yang selalu sabar dan tidak lupa menebar senyuman. Istirahatlah dengan tenang di sisi-Nya. Biarlah kami yang terus menjalankan asa, harapan serta kerja kerasmu dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berbudi luhur. Terima kasih Ibu........Selamat jalan........
Rest in peace our beloved family.
Saraswati_Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani Jakarta


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 93 )  (selengkapnya... | Nilai: 5)    
BLIBIOBATTLE#3 GOES TO PANTI/BALAI
Berita

Penerima Manfaat BRSAMPK Handayani Rebut Juara Pertama Ajang Bibliobattle#3 Goes To Balai

Oleh : Rizka Surya Ananda

Bagi banyak orang, kata Bibliobattle mungkin terdengar asing. Wajar saja karena permainan ini baru dipopulerkan di Indoenesia. Bibliobattle berarti perang buku, namun bukan dalam arti sebenarnya. Bibliobattle merupakan permainan mereview buku yang berasal dari jepang. Peserta atau yang disebut presenter/Battler diberi waktu 5 menit untuk mempresentasikan buku yang telah dibaca dan pemenang akan ditentukan oleh audience. Adalah perpustakaan Kementerian Sosial yang mengadopsi permainan ini pertama kali yang bekerja sama dengan The Library of Japan Foundation. Pada penyelenggaraan yang ke 3, kegiatan ini digelar di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (BRSKPN) Bambu Apus (27/09/18) dengan melibatkan penerima manfaat dari 3 balai rebabilitasi sosial se-Bambu Apus Raya yaitu BRSPDSRW Melati, BRSAMPK Handayani, dan BRSKP Napza Bambu Apus. Dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI (Agus Gumiwang) bersama Sekretaris Jenderal (Hartono Laras), Staf Ahli Menteri (Asep Sasa Purnama), Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Edi Suharto), Kepala Biro Humas (Akifah Elansary), dan seluruh Kepala UPT Lingkungan Bambu Apus Jakarta Timur bersama-sama memberi dukungan penuh kepada Penerima Manfaat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Dengan mengusung tema "The Great of Indonesian Children", tak lupa kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI juga menyempatkan diri menyapa dan memberikan motivasi kepada penerima manfaat yang hadir. Menteri Sosial juga mendongeng dan bercerita tentang Kancil dihadapan 150 peserta yang terdiri dari anak-anak dan pegawai. Bibliobattle #3 ini dilakukan dalam 3 sesi dimana masing-masing sesi memiliki tema sehingga buku yang dipresentasikan sesuai dengan tema. Hari Anak Nasional dipilih sebagai tema sesi pertama.

Pada sesi ini presenter dari BRSPDRW Melati yang merupakan penyandang disabilitas rungu wicara tampil didampingi oleh interpreter dengan mereview buku berjudul Nano dan Nori : Mandi Yuk! Dan buku Manin Ular Naga Yuk!. Dua sesi berikutnya mempertemukan presenter dari BRSKPN Bambu Apus dan BRSAMPK Handayani. Tema sesi kedua adalah Hari Kemerdekaan sehingga buku-buku yang di-battle-kan bertema kepahlawanan. Sementara itu, sesi ketiga mengambil tema ASIAN Games dan ASIAN PARA Games, pemilihan tema ini merupakan bentuk dukungan atas perhelatan olahraga terakbar di Asia yang diselenggarakan di Indonesia.

Kegiatan Bibliobattle #3 ini dimenangkan oleh "DOL" dari BRSAMPK Handayani, diikuti oleh "DIB" (BRSPDRW Melati) sebagai juara kedua, dan "JW" (BRSKPN Bambu Apus) sebagai juara ketiga. Sedangkan Juara Harapan I diraih oleh "RF" dari BRSAMPK Handayani, dilanjutkan oleh "MI" (BRSPDRW Melati) sebagai Juara Harapan II, dan "RM" (BRSKPN Bambu Apus) sebagai Juara Harapan III. Partisipasi dari anak-anak penerima manfaat dari 3 balai rehabilitasi merupakan suatu hal baru pada ajang Bibliobattle, terutama keikutsertaan penyandang disabilitas rungu wicara. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak penerima manfaat dapat berkompetisi sebagai mana anak-anak lainnya.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 98 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Respon Kasus
Berita

Kunjungi PSMP Handayani, Wakil Bupati Lampung Berikan Motivasi pada Penerima Manfaat

Oleh : Rizka Surya Ananda

Setiap orang punya periode kehidupan yang membekas dalam ingatan, baik ingatan yang menyenangkan maupun yang mungkin tak ingin dikenang lagi. Ingatan semacam ini dijadikan pelajaran hidup bagi orang-orang yang berjiwa besar. Seperti hal nya road-life map yang digunakan pekerja sosial dalam assemen yang menggambarkan naik turun, pasang surut, kegagalan dan kesuksesan seseorang. Sudah sewajarnya manusia punya sisi indah dan sisi kelam kehidupan, butuh pribadi yang berkarakter kuat agar mampu memaknainya dengan bijaksana. Sekiranya Nanang Hermanto adalah sosok yang tepat yang dapat dijadikan contoh bagaimana cara survive dalam kehidupan . Beliau adalah salah satu penerima manfaat pada tahun 1984 dimana kala itu PSMP Handayani masih menangani anak nakal rujukan dari masyarakat dan belum menjadi pusat rehabilitasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum seperti sekarang. Saat ini, Nanang Ermanto tercatat sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021.

Pada kunjungannya ke Jakarta untuk menjadi narasumber dalam acara Ukhuwah Islmiayah di TVRI, Nanang menyempatkan diri memberikan motivasi bagi lebih dari 70 orang penerima manfaat yang hadir di ruang minat dan bakat PSMP Handayani pada tanggal 23 Mei 2018. Kunjungan ke Handayani untuk berbagi pengalaman adalah tanggung jawab moral baginya selaku alumni, dan juga kesempatan bersilaturahmi dengan guru dan pengasuhnya dulu. Mantan Anggota DPRD dua periode ini pun mengenang kembali bagaimana masa remaja yang dilaluinya dengan kenakalan hingga ia didaftarkan ke PSMP Handayani untuk menjalani rehabilitasi. Kendati demikian, Nanang mengatakan tidak pernah terlibat dengan Narkotika dan obat-obatan terlarang.

Menurutnya anak-anak nakal dan anak yang berhadapan dengan hukum adalah korban dari lingkungan sosial yang tidak sehat. Seperti ekosistem alam, dimana salah satu komponen yang rusak akan mempengaruhi komponen yang lain. Sudah selayaknya anak-anak dibina agar masa depan yang masih panjang tidak terenggut oleh kesalahan di masa lalu. Dalam kesempatan ini Nanang juga memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah mengenai bagaimana bangkit dan melawan stigma karena ada kekhawatiran dari anak-anak penerima manfaat setelah mereka selesai menjalani masa rehabilitasi dan pulang ke rumah akan ada penolakan dari lingkungan. Hal ini juga pernah dirasakan Nanang ketika kesulitan mendaftar sekolah karena riwayat pernah bersekolah di SLB Handayani yang notabene adalah panti bagi anak nakal. Melawan stigma adalah tantangan bagi mantan kepala desa ini, dan Nanang mengatasi itu dengan menunjukkan perubahan pada perilaku dan bekerja keras untuk menyambung kehidupan. Nanang menekankan bahwa berubah ke arah yang lebih baik dan menjauhi kenakalan adalah hal wajib yang harus dilakukan jika ingin sukses seperti dirinya.

Terakhir, Nanang berharap agar para penerima manfaat dapat mengikuti proses rehabilitasi dengan baik sehingga akan muncul lagi Nanang-Nanang yang lain di masa depan yang mungkin akan menjadi pemimpin seperti dirinya.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 115 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Respon Kasus
Berita

Kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial

Oleh: Tuti Nurhayati

Pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 PSMP Handayani menerima tamu kunjungan dari pengurus DWP Kementerian Sosial. Ridho Idrus Marham, selaku penasihat Dharma Wanita yang merupakan istri dari Idrus Marham, Menteri Sosial RI. Beliau tidak datang sendiri melainkan bersama Edi Suharto, selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, ketua Dharma Wanita dan seluruh pengurus DWP Kementerian Sosial. Seluruh tamu di sambut oleh reog dan tari tor-tor yang ditampilkan oleh Penerima Manfaat (PM) PSMP Handayani. Seluruh tamu merasa senang bisa berkunjung ke PSMP Handayani. Mereka bisa berkomunikasi langsung dengan seluruh PM.

Kunjungan Dharma Wanita kali ini bertema: “Dengan semangat kartini kita tingkatkan kemandirian dan solidaritas sosial”, dengan tema tersebut diharapkan anak-anak yang berhadapan dengan hukum dapat lebih meningkatkan kemandirian dan saling membantu untuk hal kebaikan. Tidak lupa juga seluruh tamu menjenguk anak-anak yang berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) yang sedang mengikuti kegiatan melukis serta melihat bayi-bayi yang sedang mendapatkan perlindungan di RPSA. Setelah dari RPSA seluruh tamu mengunjungi ruang TEPSA (Telepon Pelayanan Sahabat Anak) yang fungsinya untuk menerima pengaduan permasalahan sosial. Setelah dari TEPSA dilanjutkan ke Rumah Antara untuk berkomunikasi langsung dengan anak tentang permasalahan yang sedang di hadapinya. Penasihat DWP Kementerian Sosial, Ridho Idrus Marham menitipkan pesan untuk anak-anak yaitu selalu sabar menjalani masalah yang sedang di hadapi dan berubah menjadi lebih baik. Beliau kemudian mengunjungi keterampilan yang ada di PSMP Handayani dan berbicara dengan instruktur dan anak yang sedang melakukan praktek di ruang keterampilan.

Setelah para tamu berkeliling kemudian kegiatan di pusatkan di ruang aula yang terdiri dari pembukaan oleh Edi Suharto selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial dan sambutan Ridho Idrus Marham selaku Penasihat DWP Kementerian Sosial. Ridho Idrus Marham memberikan penguatan kepada seluruh penerima manfaat yang berada di PSMP Handayani untuk tetap selalu bersabar dan menjalani rehabilitasi dengan baik. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak yang berada di PSMP Handayani bisa berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Beliau sangat terharu dan prihatin sampai beliau menitikkan air mata melihat kondisi penerima manfaat yang masih kecil sudah harus berhadapan dengan hukum dan permasalahan lainnya. Beliau juga berterimakasih kepada Kepala PSMP Handayani yang sudah memberikan kesempatan untuk berkunjung ke sini dan juga menyampaikan apresiasi kepada pekerja sosial yang selalu siap membantu menangani permasalahan anak-anak di PSMP Handayani dengan berbagai karakter dan masalah. Tidak lupa juga apresiasi diberikan kepada seluruh pegawai PSMP Handayani yang mau dengan ikhlas membantu proses rehabilitasi sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Beliau beserta para tamu lain juga tidak segan untuk menari dan bernyanyi bersama anak-anak dan larut dalam kegembiraan anak-anak. Beliau juga menyampaikan bahwa ini bukan pertemuan yang terakhir dan lain waktu bisa berkunjung kembali dan bisa bersilaturahmi lagi dengan anak-anak di PSMP Handayani dan juga dengan seluruh pegawai PSMP Handayani. Beliau juga tidak lupa menyampaikan dukungannya terhadap pekerja sosial, pengasuh dan instruktur untuk tetap selalu semangat dalam menangani anak-anak yang berada di RPSA dan PSMP Handayani.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 173 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Hit

Kami sudah menampilkan
868869
halaman sejak October 2009




·SEPUTAR REHABILITASI..
·SEPUTAR REHABILITASI..
·SEPUTAR KUNJUNGAN DA..

View All Feeds

Senin, Juni 11
· Ucapan Bela Sungkawa
· Seputar Treatment Rehabilitasi Sosial
Kamis, Mei 03
· Seputar Pendampingan dan Advokasi Sosial
· SOSIALISASI PSMP HANDAYANI
· Seputar Respon Kasus
Rabu, April 25
· Sepuutar Respon Kasus
Senin, Agustus 14
· Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Jumat, Juli 21
· Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
· Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
· Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial

Artikel Lama
Webmail Login
Intranet Dashboard
Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Jakarta
Center for Delinquent Children / Children in Conflict with the Law
Kementerian Sosial Republik Indonesia
Indonesian Ministry of Social Affairs
Jl. PPA Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur 13890
Phone/Fax. 021-8445679
Email : psmphandayani@kemsos.go.id