Panti Sosial Marsudi Putra "Handayani" Jakarta_Jln PPA Bambu Apus Cipayung_Telepon/Fax. 021.8445679
· Selayang Pandang
· Motto
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok dan Fungsi
· Struktur Organisasi
· Personalia
· Sarana dan Prasarana
· Peta Lokasi
· Maklumat Pelayanan
· Kriteria Penerima Manfaat
· Alur Pelayanan
· Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) PSMP Handayani Tahun 2016
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links


Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Penanganan Perilaku Perundungan (Bullying)
Siswa/i SMP terhadap Siswi SD

Oleh: Tirani Larasati

 

Jum’at lalu, tanggal 14 Juli 2017, seperti marak diberitakan bahwa telah terjadi perilaku perundungan oleh siswa/i SMP terhadap siswi SD yang bertempat di salah satu tempat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Video yang sempat diunggah oleh salah satu Anak yang saat ini turut terseret namanya dalam kasus ini telah tersebar dan ditonton oleh lebih dari 170.000 orang dalam situs Youtube. Tentunya banyak pihak yang sedih dan menyayangkan akan terjadinya kasus ini.

Merujuk pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU-SPPA) No. 11 tahun 2012, kasus ini secara cepat dan tanggap ditindak lanjuti oleh Penyidik Polsek Metro Tanah Abang Jakarta setelah pihak korban melaporkan kasus ini. Setelah ditelusuri oleh pihak Penyidik, bahwa diketahui terdapat 9 Anak yang terlibat dalam kejadian ini, dimulai dari Anak yang melakukan intimidasi secara lisan, fisik, hingga Anak yang menyebarkan video perundungan tersebut. 4 Anak merupakan Anak di atas 12 tahun, sementara 5 Anak merupakan Anak dibawah 12 tahun. Penyidik secara cepat mengundang pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan permasalahan perundungan ini. Tak lama, setelah kasus tersebut diketahui oleh ke-6 Sekolah dimana ke-9 Anak tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar, telah mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) mereka dan pihak orang tua/wali mereka telah mengundurkan diri dari 6 Sekolah tersebut.

Mengemban amanah UU, jelas disebutkan bahwa Anak yang melakukan tindak pidana tidak boleh mendapatkan penyiksaan dan tidak boleh dirampas kebebasannnya dalam jeruji besi. Upaya perdamaian yang dilakukan oleh Penyidik, dilakukan pada tanggal 18 Juli 2017 bertempat di Lantai II Polsek Metro Tanah Abang Jakarta. Dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti: Suwarno selaku Kapolsek Metro Tanah Abang, Eko selaku Wakapolsek Metro Tanah Abang, Mustakim selaku Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Ayu selaku Kanit PPA Polres Jakarta Pusat, Penyidik Polsek Metro Tanah Abang, PK BAPAS, Kementerian Sosial-PSMP Handayani yang langsung dihadiri oleh Neneng Heryani selaku Kepala, Sulistya Ariadhi selaku Kasubag Tata Usaha, dan Tirani Larasati selaku pekerja sosial, P2TP2A DKI Jakarta, Pihak Sekolah masing-masing Anak, ke-9 Anak berserta orang tua, dan korban beserta orang tua, kuasa hukum ke-9 Anak. Proses perdamaian menggunakan pendekatan restorative justice antara ke-9 Anak yang melakukan perundungan berlangsung alot.

 

Terjadi 2 sesi dimana sesi pertama dilaksanakan upaya diversi bagi Anak yang sudah berusia 12 tahun keatas dan sesi kedua dilaksanakan upaya pengambilan keputusan bersama. Pada pasal 21 UU-SPPA juga diperjelas kembali dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 65 tahun 2015 tentang Diversi bagi Anak yang Berusia di Bawah 12 tahun, dijelaskan bahwa setiap Anak yang melakukan tindak pidana dimana belum berusia 12 tahun, maka diambil keputusan terbaik bagi Anak oleh pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam UU-SPPA. Baik dalam proses diversi maupun pengambilan keputusan bersama haruslah mementingkan kepentingan terbaik bagi Anak dan bukan proses pembalasan. Setelah dilakukan diskusi, pihak korban mau memaafkan ke-9 Anak dan berharap proses hukum yang sedang dijalankan ke-9 Anak dapat segera dihentikan agar ke-9 Anak tetap dapat bersekolah.

Beberapa pertimbangan yang didiskusikan seluruh pihak dalam menyelesaikan permasalahan ke-9 Anak tersebut, diantaranya:

  1. Memberikan perlindungan dan keamanan kepada ke-9 Anak dari intimidasi pihak-pihak lain yang merasa dirugikan,
  2. Memberikan pembinaan mental, etika, agama, dan pembinaan sosial bagi ke-9 Anak,
  3. Memenuhi kepentingan pendidikan Anak, (yang diketahui pada saat itu ke-9 Anak sudah diminta untuk mengundurkan diri dari Sekolahnya masing-masing),
  4. Memenuhi kebutuhan dan hak dasar Anak.

Oleh sebab itu, seluruh pihak sepakat untuk merujuk ke-9 Anak ke PSMP Handayani untuk mendapatkan rehabilitasi sosial selama maksimal 3 bulan untuk menindaklanjuti keempat pertimbangan tersebut. Ke-9 Anak, akan mendapatkan hak pendidikannya dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SLB-E PSMP Handayani untuk sementara. Pihak PSMP Handayani dan beberapa pihak terkait akan segera melakukan upaya advokasi dan mediasi ke Sekolah-Sekolah guna memenuhi kebutuhan pendidikan ke-9 Anak. Segera setelah mendapatkan Sekolah yang hendak menerima mereka, PSMP Handayani akan segera menyerahkan kepengasuhan kembali kepada masing-masing orang tua.


Dipublikasi pada Jumat, 21 Juli 2017 oleh tirani  ( Reads: )  Jumat, 21 Juli 2017 |     
 
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh tirani


Berita terpopuler tentang Berita:
Berita Bambu Apus

Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


 Versi Cetak Versi Cetak

Topics Terkait

Berita

Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Jakarta
Center for Delinquent Children / Children in Conflict with the Law
Kementerian Sosial Republik Indonesia
Indonesian Ministry of Social Affairs
Jl. PPA Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur 13890
Phone/Fax. 021-8445679
Email : psmphandayani@kemsos.go.id