Panti Sosial Marsudi Putra "Handayani" Jakarta_Jln PPA Bambu Apus Cipayung_Telepon/Fax. 021.8445679
· Selayang Pandang
· Motto
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok dan Fungsi
· Struktur Organisasi
· Personalia
· Sarana dan Prasarana
· Peta Lokasi
· Maklumat Pelayanan
· Kriteria Penerima Manfaat
· Alur Pelayanan
· Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) PSMP Handayani Tahun 2016
· Infografis PSMP Handayani
· Menteri Sosial Republik Indonesia
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links


Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.
Ucapan Bela Sungkawa
Berita

Adalah Saraswati, pekerja sosial penyelia. Ia adalah contoh nyata dari kerja keras, semangat pantang menyerah, dan sosok yang sangat menginspirasi. Beliau tidak pernah menyerah dengan keadaan, walaupun keadaan terburuk menyapanya. Baginya bertemu dan berbincang dengan anak-anak selalu dapat menjadi obat dalam kesehariannya. Kursi roda itu, bukanlah penghalangnya berkreatifitas, keterbatasannya bukanlah penghalang untuk selalu menyongsong pagi dan berbagi senyuman serta tawa dengan anak-anak.
Namun kini, cukuplah pelajaran hidup kau ajarkan kepada kami “si orang-orang yang sering kali tidak bersyukur atas rahmat-Nya”. Cukuplah 30 tahun kau mengabdi untuk Indonesia. Kami banyak belajar darimu Bu. Sosok panutan yang selalu sabar dan tidak lupa menebar senyuman. Istirahatlah dengan tenang di sisi-Nya. Biarlah kami yang terus menjalankan asa, harapan serta kerja kerasmu dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berbudi luhur. Terima kasih Ibu........Selamat jalan........
Rest in peace our beloved family.
Saraswati_Pekerja Sosial BRSAMPK Handayani Jakarta


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 24 )  (selengkapnya... | Nilai: 5)    
BLIBIOBATTLE#3 GOES TO PANTI/BALAI
Berita

Penerima Manfaat BRSAMPK Handayani Rebut Juara Pertama Ajang Bibliobattle#3 Goes To Balai

Oleh : Rizka Surya Ananda

Bagi banyak orang, kata Bibliobattle mungkin terdengar asing. Wajar saja karena permainan ini baru dipopulerkan di Indoenesia. Bibliobattle berarti perang buku, namun bukan dalam arti sebenarnya. Bibliobattle merupakan permainan mereview buku yang berasal dari jepang. Peserta atau yang disebut presenter/Battler diberi waktu 5 menit untuk mempresentasikan buku yang telah dibaca dan pemenang akan ditentukan oleh audience. Adalah perpustakaan Kementerian Sosial yang mengadopsi permainan ini pertama kali yang bekerja sama dengan The Library of Japan Foundation. Pada penyelenggaraan yang ke 3, kegiatan ini digelar di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (BRSKPN) Bambu Apus (27/09/18) dengan melibatkan penerima manfaat dari 3 balai rebabilitasi sosial se-Bambu Apus Raya yaitu BRSPDSRW Melati, BRSAMPK Handayani, dan BRSKP Napza Bambu Apus. Dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI (Agus Gumiwang) bersama Sekretaris Jenderal (Hartono Laras), Staf Ahli Menteri (Asep Sasa Purnama), Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Edi Suharto), Kepala Biro Humas (Akifah Elansary), dan seluruh Kepala UPT Lingkungan Bambu Apus Jakarta Timur bersama-sama memberi dukungan penuh kepada Penerima Manfaat dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Dengan mengusung tema "The Great of Indonesian Children", tak lupa kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI juga menyempatkan diri menyapa dan memberikan motivasi kepada penerima manfaat yang hadir. Menteri Sosial juga mendongeng dan bercerita tentang Kancil dihadapan 150 peserta yang terdiri dari anak-anak dan pegawai. Bibliobattle #3 ini dilakukan dalam 3 sesi dimana masing-masing sesi memiliki tema sehingga buku yang dipresentasikan sesuai dengan tema. Hari Anak Nasional dipilih sebagai tema sesi pertama.

Pada sesi ini presenter dari BRSPDRW Melati yang merupakan penyandang disabilitas rungu wicara tampil didampingi oleh interpreter dengan mereview buku berjudul Nano dan Nori : Mandi Yuk! Dan buku Manin Ular Naga Yuk!. Dua sesi berikutnya mempertemukan presenter dari BRSKPN Bambu Apus dan BRSAMPK Handayani. Tema sesi kedua adalah Hari Kemerdekaan sehingga buku-buku yang di-battle-kan bertema kepahlawanan. Sementara itu, sesi ketiga mengambil tema ASIAN Games dan ASIAN PARA Games, pemilihan tema ini merupakan bentuk dukungan atas perhelatan olahraga terakbar di Asia yang diselenggarakan di Indonesia.

Kegiatan Bibliobattle #3 ini dimenangkan oleh "DOL" dari BRSAMPK Handayani, diikuti oleh "DIB" (BRSPDRW Melati) sebagai juara kedua, dan "JW" (BRSKPN Bambu Apus) sebagai juara ketiga. Sedangkan Juara Harapan I diraih oleh "RF" dari BRSAMPK Handayani, dilanjutkan oleh "MI" (BRSPDRW Melati) sebagai Juara Harapan II, dan "RM" (BRSKPN Bambu Apus) sebagai Juara Harapan III. Partisipasi dari anak-anak penerima manfaat dari 3 balai rehabilitasi merupakan suatu hal baru pada ajang Bibliobattle, terutama keikutsertaan penyandang disabilitas rungu wicara. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak penerima manfaat dapat berkompetisi sebagai mana anak-anak lainnya.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 27 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Respon Kasus
Berita

Kunjungi PSMP Handayani, Wakil Bupati Lampung Berikan Motivasi pada Penerima Manfaat

Oleh : Rizka Surya Ananda

Setiap orang punya periode kehidupan yang membekas dalam ingatan, baik ingatan yang menyenangkan maupun yang mungkin tak ingin dikenang lagi. Ingatan semacam ini dijadikan pelajaran hidup bagi orang-orang yang berjiwa besar. Seperti hal nya road-life map yang digunakan pekerja sosial dalam assemen yang menggambarkan naik turun, pasang surut, kegagalan dan kesuksesan seseorang. Sudah sewajarnya manusia punya sisi indah dan sisi kelam kehidupan, butuh pribadi yang berkarakter kuat agar mampu memaknainya dengan bijaksana. Sekiranya Nanang Hermanto adalah sosok yang tepat yang dapat dijadikan contoh bagaimana cara survive dalam kehidupan . Beliau adalah salah satu penerima manfaat pada tahun 1984 dimana kala itu PSMP Handayani masih menangani anak nakal rujukan dari masyarakat dan belum menjadi pusat rehabilitasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum seperti sekarang. Saat ini, Nanang Ermanto tercatat sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021.

Pada kunjungannya ke Jakarta untuk menjadi narasumber dalam acara Ukhuwah Islmiayah di TVRI, Nanang menyempatkan diri memberikan motivasi bagi lebih dari 70 orang penerima manfaat yang hadir di ruang minat dan bakat PSMP Handayani pada tanggal 23 Mei 2018. Kunjungan ke Handayani untuk berbagi pengalaman adalah tanggung jawab moral baginya selaku alumni, dan juga kesempatan bersilaturahmi dengan guru dan pengasuhnya dulu. Mantan Anggota DPRD dua periode ini pun mengenang kembali bagaimana masa remaja yang dilaluinya dengan kenakalan hingga ia didaftarkan ke PSMP Handayani untuk menjalani rehabilitasi. Kendati demikian, Nanang mengatakan tidak pernah terlibat dengan Narkotika dan obat-obatan terlarang.

Menurutnya anak-anak nakal dan anak yang berhadapan dengan hukum adalah korban dari lingkungan sosial yang tidak sehat. Seperti ekosistem alam, dimana salah satu komponen yang rusak akan mempengaruhi komponen yang lain. Sudah selayaknya anak-anak dibina agar masa depan yang masih panjang tidak terenggut oleh kesalahan di masa lalu. Dalam kesempatan ini Nanang juga memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah mengenai bagaimana bangkit dan melawan stigma karena ada kekhawatiran dari anak-anak penerima manfaat setelah mereka selesai menjalani masa rehabilitasi dan pulang ke rumah akan ada penolakan dari lingkungan. Hal ini juga pernah dirasakan Nanang ketika kesulitan mendaftar sekolah karena riwayat pernah bersekolah di SLB Handayani yang notabene adalah panti bagi anak nakal. Melawan stigma adalah tantangan bagi mantan kepala desa ini, dan Nanang mengatasi itu dengan menunjukkan perubahan pada perilaku dan bekerja keras untuk menyambung kehidupan. Nanang menekankan bahwa berubah ke arah yang lebih baik dan menjauhi kenakalan adalah hal wajib yang harus dilakukan jika ingin sukses seperti dirinya.

Terakhir, Nanang berharap agar para penerima manfaat dapat mengikuti proses rehabilitasi dengan baik sehingga akan muncul lagi Nanang-Nanang yang lain di masa depan yang mungkin akan menjadi pemimpin seperti dirinya.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 63 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Respon Kasus
Berita

Kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial

Oleh: Tuti Nurhayati

Pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 PSMP Handayani menerima tamu kunjungan dari pengurus DWP Kementerian Sosial. Ridho Idrus Marham, selaku penasihat Dharma Wanita yang merupakan istri dari Idrus Marham, Menteri Sosial RI. Beliau tidak datang sendiri melainkan bersama Edi Suharto, selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, ketua Dharma Wanita dan seluruh pengurus DWP Kementerian Sosial. Seluruh tamu di sambut oleh reog dan tari tor-tor yang ditampilkan oleh Penerima Manfaat (PM) PSMP Handayani. Seluruh tamu merasa senang bisa berkunjung ke PSMP Handayani. Mereka bisa berkomunikasi langsung dengan seluruh PM.

Kunjungan Dharma Wanita kali ini bertema: “Dengan semangat kartini kita tingkatkan kemandirian dan solidaritas sosial”, dengan tema tersebut diharapkan anak-anak yang berhadapan dengan hukum dapat lebih meningkatkan kemandirian dan saling membantu untuk hal kebaikan. Tidak lupa juga seluruh tamu menjenguk anak-anak yang berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) yang sedang mengikuti kegiatan melukis serta melihat bayi-bayi yang sedang mendapatkan perlindungan di RPSA. Setelah dari RPSA seluruh tamu mengunjungi ruang TEPSA (Telepon Pelayanan Sahabat Anak) yang fungsinya untuk menerima pengaduan permasalahan sosial. Setelah dari TEPSA dilanjutkan ke Rumah Antara untuk berkomunikasi langsung dengan anak tentang permasalahan yang sedang di hadapinya. Penasihat DWP Kementerian Sosial, Ridho Idrus Marham menitipkan pesan untuk anak-anak yaitu selalu sabar menjalani masalah yang sedang di hadapi dan berubah menjadi lebih baik. Beliau kemudian mengunjungi keterampilan yang ada di PSMP Handayani dan berbicara dengan instruktur dan anak yang sedang melakukan praktek di ruang keterampilan.

Setelah para tamu berkeliling kemudian kegiatan di pusatkan di ruang aula yang terdiri dari pembukaan oleh Edi Suharto selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial dan sambutan Ridho Idrus Marham selaku Penasihat DWP Kementerian Sosial. Ridho Idrus Marham memberikan penguatan kepada seluruh penerima manfaat yang berada di PSMP Handayani untuk tetap selalu bersabar dan menjalani rehabilitasi dengan baik. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak yang berada di PSMP Handayani bisa berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Beliau sangat terharu dan prihatin sampai beliau menitikkan air mata melihat kondisi penerima manfaat yang masih kecil sudah harus berhadapan dengan hukum dan permasalahan lainnya. Beliau juga berterimakasih kepada Kepala PSMP Handayani yang sudah memberikan kesempatan untuk berkunjung ke sini dan juga menyampaikan apresiasi kepada pekerja sosial yang selalu siap membantu menangani permasalahan anak-anak di PSMP Handayani dengan berbagai karakter dan masalah. Tidak lupa juga apresiasi diberikan kepada seluruh pegawai PSMP Handayani yang mau dengan ikhlas membantu proses rehabilitasi sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Beliau beserta para tamu lain juga tidak segan untuk menari dan bernyanyi bersama anak-anak dan larut dalam kegembiraan anak-anak. Beliau juga menyampaikan bahwa ini bukan pertemuan yang terakhir dan lain waktu bisa berkunjung kembali dan bisa bersilaturahmi lagi dengan anak-anak di PSMP Handayani dan juga dengan seluruh pegawai PSMP Handayani. Beliau juga tidak lupa menyampaikan dukungannya terhadap pekerja sosial, pengasuh dan instruktur untuk tetap selalu semangat dalam menangani anak-anak yang berada di RPSA dan PSMP Handayani.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 55 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Ucapan Bela Sungkawa
Berita

 

Kami segenap pegawai PSMP Handayani Kementerian Sosial, mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya teman-teman kami, Polisi Republik Indonesia dalam tugasnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semoga seluruh pengorbanan dan jasa mereka akan terus hidup dan menjadi penyemangat seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga NKRI.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 44 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Treatment Rehabilitasi Sosial
Berita

ORIENTASI WADAH BERKREATIFITAS

Oleh: Tirani Larasati

Orientasi, atau yang lebih dikenal sebagai salah satu kegiatan pengenalan lingkungan juga dilaksanakan di PSMP Handayani. Tahun anggaran yang baru, PSMP Handayani melalui Seksi Rehabilitasi Sosial yang dikomandoi oleh Bambang Wibowo selaku Kasie. Rehsos, membuat suatu kegiatan orientasi untuk Penerima Manfaat (PM), agar PM dapat lebih mengenali kondisi lingkungan sosial di PSMP Handayani sehingga PM akan lebih merasa nyaman dalam melaksanakan rehabilitasi sosial. Orientasi juga merupakan salah satu terapi rekreasional bagi PM, dengan bersosialisasi dan mengikuti kegiatan Outbond, PM akan menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan rasa nyaman untuk tetap melaksanakan rehabilitasi sosial di PSMP Handayani.


Pada hari Kamis-Jum’at, tanggal 15-16 Maret 2018, seluruh PM telah bersiap melaksanakan orientasi dan berkumpul di Aula. Kegiatan orientasi kali ini cukup berbeda, selain pengenalan lingkungan sosial dan arahan dari masing-masing seksi, di hari berikutnya dilaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan panti melalui Outbond. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Panti (Neneng Heryani)yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha (Sulistya Ariadhi) sekaligus memaparkan tupoksi pada sub bagian Tata Usaha, selanjutnya pengenalan mengenai tupoksi Seksi Program dan Advokasi Sosial (PAS) oleh Dwismari Novie Reviani selaku Kasie PAS, tupoksi Seksi Rehabilitasi Sosial oleh Bambang Wibowo, tupoksi kegiatan bimbingan psikososial oleh Lentina selaku pekerja sosial, tupoksi Rumah Antara oleh Koordinator yaitu Khaidir, tupoksi Instalasi Produksi (IP) oleh Sudiyana selaku PLT Koordinator IP, tupoksi kepengasuhan oleh Martimbul Hamonangan selaku Koordinator pengasuh, dan tupoksi Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) oleh Sri Musfiah selaku Koordinator RPSA. Seluruh kegiatan diselingi dengan ice breaking oleh para pekerja sosial agar PM tidak merasa bosan.

Esoknya dilaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan panti melalui Outbond yang dimulai dari lapangan depan panti hingga kolam yang letaknya di belakang panti. Berbagai permainan yang dilaksanakan, seperti: roda gila, lari estafet, kapal “Titanic”, aqua balance, jaring laba-laba, dan paralon bocor. Gelak tawa terus terpancar dalam wajar seluruh PM menikmati seluruh runutan kegiatan orientasi. Kegiatan Orientasi berakhir tepat sebelum dilaksanakannya shalat Jum’at.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 48 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Kesungguhan Kementerian Sosial RI

Mengawal Perlindungan Anak

Oleh: Tirani Larasati


 

Kasus kekerasan dan eksploitasi yang diduga dilakukan oleh Ibu angkat “C” terhadap kelima anak yang dilakukan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat menjadi perhatian berbagai pihak, tidak terkecuali Kementerian Sosial. Sebagai lembaga yang memiliki tugas pokok dan fungsi perlindungan terhadap anak, melalui Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) secara cepat dan tanggap mersepon kasus tersebut dan segera melindungi 5 anak korban tersebut. Dilakukan banyak treatment kepada kelima anak tersebut selain asesmen dan bimbingan konseling rutin oleh pekerja sosial, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan, dan mengukur tingkat trauma kelima anak tersebut melalui pemeriksaaan psikologis dan bimbingan psikologis berkala, terapi psikososial, pemenuhan kebutuhan hak dasar anak, serta bimbingan mental. Pada tanggal 8 Maret 2018, Edi Suharto, selaku Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI tidak tinggal diam untuk mengawal dan merespon permasalahan tersebut. Bersama Neneng Heryani selaku Kepala PSMP Handayani, Edi Suharto memantau tumbuh kembang kelima anak tersebut. Tidak segan, beliau bercengkrama langsung dengan kelima anak untuk berbagi cerita dan pengalaman yang telah dialaminya. Tidak lupa, beliau juga memberikan dukungan serta motivasi kepada kelima anak agar tetap semangat menjalani dan meraih masa depan yang lebih baik. Beliau menyampaikan akan terus mengawal, memantau, dan melakukan perlindungan kepada kelima anak tersebut hingga mereka memperoleh kepengasuhan terbaik bagi tumbuh kembangnya.

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 96 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
SOSIALISASI PSMP HANDAYANI
Berita

INFOGRAFIS

PSMP HANDAYANI JAKARTA

oleh: Tirani Larasati


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 67 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Respon Kasus
Berita

KEGIATAN ASESMEN PEKERJA SOSIAL

"KASUS BABE DI RAJEG"

oleh: Maria Josefin Barus

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 50 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Sepuutar Respon Kasus
Berita

RESPON KASUS BABE DI TANGERANG

Oleh: Maria Josefin Barus

Minggu, 7 Januari 2018 Tim PSMP Handayani melakukan respon kasus terhadap dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh seorang laki-laki berinisial B terhadap 41 anak usia 8 -15 tahun di Kampung Gambong Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Asesmen yang dilakukan para pekerja sosial mendapatkan informasi dari anak-anak dan orangtua, bahwa anak-anak dipaksa meminum pelor sebanyak 7 hingga 25 butir kemudian diberikan air putih yang telah dijampi-jampi untuk diminum. Mereka diiming-imingi akan mendapatkan kekebalan jika telah meminum pelor tersebut. Jika anak yang telah meminum pelor sebanyak 25 butir, maka anak tersebut akan diberikan sabuk oleh Babe. Setelah mereka meminum pelor dan air tersebut, anak-anak mengaku kurang sadarkan diri dan menjadi lemas. Saat itulah Babe mencabuli anak-anak tersebut. Anak-anak tersebut hanya pasrah dan diam karena badan mereka yang sudah tidak berdaya.

Umumnya mereka sudah dicabuli satu hingga 7 kali, bahkan atas nama W dan Y cukup sering dicabuli oleh Babe. Setelah mereka mendapatkan perlakuan tersebut, kebanyakan mereka mengeluh susah buang air besar, sakit perut, dan demam. Orangtua awalnya tidak mengetahui penyebab penyakit yang dialami anaknya, sehingga orangtua memberikan obat pelancar BAB dan maag untuk anaknya. Awalnya korban Babe yang diketahui berjumlah 3 anak, kemudian berkembang lagi menjadi, 7, 9, 25, 36 dan informasi terakhir jumlah korban Babe sebanyak 41 anak. Jumlah anak yang sudah divisum oleh pihak kepolisian berjumlah 31 anak. Selain melakukan wawancara terhadap anak-anak yang menajdi korban, pekerja sosial juga menggali informasi dari ketua RT dan masyarakat sekitar, menurut mereka Babe terkenal sebagai orang yang santun, pintar mengaji, dan mempunyai suara yang bagus.

Masyarakat sekitar tidak menyangka bahwa Babe dapat melakukan hal demikian. Dari kegiatan respon kasus ini, diketahui bahwa pihak orang tua dan masyarakat berharap besar kepada Kementerian sosial dalam hal ini PSMP Handayani untuk dapat memberikan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang telah menjadi korban perbuatan cabul yang dilakukan oleh Babe. Namun setelah dilakukan koordinasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Pihak Dinsos yang diwakili oleh Ibu Dra. Hj. Neni Nuraeni, M. Si, selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lansia menyampaikan bahwa untuk anak-anak korban kasus percabulan yang dilakukan oleh Babe memang membutuhkan rehabilitasi sosial, namun untuk pelaksanaan rehabilitasi sosial akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Tangerang belum membutuhkan bantuan dari PSMP Handayani.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 67 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Rehabilitasi Sosial Anak Tindak Perundungan di PSMP Handayani

Oleh: Tirani Larasati

 

Setelah pemberitaan ke-9 Anak menjadi viral di masyarakat, yang kemudian disepakati untuk diberikan pembinaan mental, sosial, psikologis, fisik, dan spiritual di PSMP Handayani, seluruh Anak dapat melaksanakan dan mengikuti kegiatan sesuai dengan peraturan yang berlaku di PSMP Handayani. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mereka diantaranya terdokumetasi dalam beberapa foto di bawah ini (mulai dari intake proses hingga proses reintegrasi):

 

 

Selama ke-9 Anak berada di PSMP Handayani, telah dilakukan beberapa kali pertemuan antara PSMP Handayani dengan Instansi-Instansi terkait seperti Dinas Pendidikan DKI Jakarta, KPAI, dan P2TP2A Provinsi DKI Jakarta. Hingga pada akhirnya pada tanggal 28 Juli 2017, dilakukan reintegrasi antara PSMP Handayani dengan Orang Tua ke-9 Anak untuk kepentingan terbaik Anak, mengingat mayoritas Anak saat ini duduk di bangku kelas 6 SD dan akan segera melaksanakan Ujian Nasional.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 190 )  (selengkapnya... | Nilai: 5)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Penanganan Perilaku Perundungan (Bullying)
Siswa/i SMP terhadap Siswi SD

Oleh: Tirani Larasati

 

Jum’at lalu, tanggal 14 Juli 2017, seperti marak diberitakan bahwa telah terjadi perilaku perundungan oleh siswa/i SMP terhadap siswi SD yang bertempat di salah satu tempat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Video yang sempat diunggah oleh salah satu Anak yang saat ini turut terseret namanya dalam kasus ini telah tersebar dan ditonton oleh lebih dari 170.000 orang dalam situs Youtube. Tentunya banyak pihak yang sedih dan menyayangkan akan terjadinya kasus ini.

Merujuk pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU-SPPA) No. 11 tahun 2012, kasus ini secara cepat dan tanggap ditindak lanjuti oleh Penyidik Polsek Metro Tanah Abang Jakarta setelah pihak korban melaporkan kasus ini. Setelah ditelusuri oleh pihak Penyidik, bahwa diketahui terdapat 9 Anak yang terlibat dalam kejadian ini, dimulai dari Anak yang melakukan intimidasi secara lisan, fisik, hingga Anak yang menyebarkan video perundungan tersebut. 4 Anak merupakan Anak di atas 12 tahun, sementara 5 Anak merupakan Anak dibawah 12 tahun. Penyidik secara cepat mengundang pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan permasalahan perundungan ini. Tak lama, setelah kasus tersebut diketahui oleh ke-6 Sekolah dimana ke-9 Anak tersebut melaksanakan kegiatan belajar mengajar, telah mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) mereka dan pihak orang tua/wali mereka telah mengundurkan diri dari 6 Sekolah tersebut.

Mengemban amanah UU, jelas disebutkan bahwa Anak yang melakukan tindak pidana tidak boleh mendapatkan penyiksaan dan tidak boleh dirampas kebebasannnya dalam jeruji besi. Upaya perdamaian yang dilakukan oleh Penyidik, dilakukan pada tanggal 18 Juli 2017 bertempat di Lantai II Polsek Metro Tanah Abang Jakarta. Dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti: Suwarno selaku Kapolsek Metro Tanah Abang, Eko selaku Wakapolsek Metro Tanah Abang, Mustakim selaku Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Ayu selaku Kanit PPA Polres Jakarta Pusat, Penyidik Polsek Metro Tanah Abang, PK BAPAS, Kementerian Sosial-PSMP Handayani yang langsung dihadiri oleh Neneng Heryani selaku Kepala, Sulistya Ariadhi selaku Kasubag Tata Usaha, dan Tirani Larasati selaku pekerja sosial, P2TP2A DKI Jakarta, Pihak Sekolah masing-masing Anak, ke-9 Anak berserta orang tua, dan korban beserta orang tua, kuasa hukum ke-9 Anak. Proses perdamaian menggunakan pendekatan restorative justice antara ke-9 Anak yang melakukan perundungan berlangsung alot.

 

Terjadi 2 sesi dimana sesi pertama dilaksanakan upaya diversi bagi Anak yang sudah berusia 12 tahun keatas dan sesi kedua dilaksanakan upaya pengambilan keputusan bersama. Pada pasal 21 UU-SPPA juga diperjelas kembali dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 65 tahun 2015 tentang Diversi bagi Anak yang Berusia di Bawah 12 tahun, dijelaskan bahwa setiap Anak yang melakukan tindak pidana dimana belum berusia 12 tahun, maka diambil keputusan terbaik bagi Anak oleh pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam UU-SPPA. Baik dalam proses diversi maupun pengambilan keputusan bersama haruslah mementingkan kepentingan terbaik bagi Anak dan bukan proses pembalasan. Setelah dilakukan diskusi, pihak korban mau memaafkan ke-9 Anak dan berharap proses hukum yang sedang dijalankan ke-9 Anak dapat segera dihentikan agar ke-9 Anak tetap dapat bersekolah.

Beberapa pertimbangan yang didiskusikan seluruh pihak dalam menyelesaikan permasalahan ke-9 Anak tersebut, diantaranya:

  1. Memberikan perlindungan dan keamanan kepada ke-9 Anak dari intimidasi pihak-pihak lain yang merasa dirugikan,
  2. Memberikan pembinaan mental, etika, agama, dan pembinaan sosial bagi ke-9 Anak,
  3. Memenuhi kepentingan pendidikan Anak, (yang diketahui pada saat itu ke-9 Anak sudah diminta untuk mengundurkan diri dari Sekolahnya masing-masing),
  4. Memenuhi kebutuhan dan hak dasar Anak.

Oleh sebab itu, seluruh pihak sepakat untuk merujuk ke-9 Anak ke PSMP Handayani untuk mendapatkan rehabilitasi sosial selama maksimal 3 bulan untuk menindaklanjuti keempat pertimbangan tersebut. Ke-9 Anak, akan mendapatkan hak pendidikannya dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SLB-E PSMP Handayani untuk sementara. Pihak PSMP Handayani dan beberapa pihak terkait akan segera melakukan upaya advokasi dan mediasi ke Sekolah-Sekolah guna memenuhi kebutuhan pendidikan ke-9 Anak. Segera setelah mendapatkan Sekolah yang hendak menerima mereka, PSMP Handayani akan segera menyerahkan kepengasuhan kembali kepada masing-masing orang tua.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 275 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Pernikahan "J" dan "A"

dalam Koran Warta Kota (Managed by Tribun)

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 141 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Bahagianya Pernikahan “J” dan “A”

Oleh: Tirani Larasati

Jum’at, 7 Juli 2017, menjadi tanggal yang tidak akan pernah terlupakan oleh “A”. Senyum bahagia terus mengembang di wajah cantik Ibu 3 anak ini. Bersama cincin seberat 2 gram yang disematkan oleh “J” di jari manisnya beberapa menit setelah dilaksanakannya Akad Nikah, menjadi saksi kebahagiaan pasangan “J” dan “A” pada hari itu. Pernikahan sederhana dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kelurahan Pekojan Kecamatan Tambora Jakarta Barat ini dihadiri oleh banyak Pejabat Negara, hadir sebagai saksi I pihak mempelai laki-laki yaitu Nahar selaku Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, lalu hadir pula Tri Prasetyo selaku Lurah Kelurahan Pekojan Kecamatan Tambora Jakarta Barat sebagai saksi II dari pihak mempelai perempuan, tak lupa Neneng Heryani selaku Kepala Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) PSMP Handayani Jakarta beserta jajarannya, turut hadir menyaksikan pelaksanaan pernikahan “J” dan “A”.

Seperti sebelumnya diberitakan bahwa “A” melahirkan bayi perempuan yang diberi nama “Sr” di dalam kardus, hasil dari perkawinan di luar pernikahan bersama “J” karena tidak sanggup membayar biaya persalinan di Rumah Sakit. Mereka selama ini tinggal di sebuah “Gang” sempit dan hidup dalam garis kemiskinan. Bala bantuan dari berbagai kalangan hadir untuk membantu keluarga “J”, tidak terkecuali Kementerian Sosial dalam hal ini RPSA PSMP Handayani Jakarta. RPSA memberikan perlindungan dan perawatan secara intensif bagi ketiga anak “J” dan “A”. Sementara Lurah Pekojan menyampaikan bahwa akan segera menyiapkan rumah untuk tempat tinggal keluargga “J”. Tri menyampaikan rumah yang akan diberikan luasnya 4x5 m² yang dilengkapi dengan Mandi Cuci Kakus (MCK) seluas 2x1 m². Selama pihak Kelurahan menyiapkan tempat tinggal, keluarga “J” akan tinggal di RPSA PSMP Handayani untuk sementara.

Disampaikan oleh Nahar pada saat memberikan sambutan dalam pernikahan “J” dan “A” yaitu “Di Indonesia, kasus seperti yang dialami “J” dan “A” terdapat lebih dari 43.000 (empat puluh tiga ribu) jiwa, sementara di Jakarta sendiri memiliki jumlah lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) jiwa, maka dari itu pekerjaan rumah Kementerian Sosial tidak berhenti sampai disini. Kementerian Sosial akan terus melakukan upaya dan koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini sedikit demi sedikit.” Setelah seluruh proses dalam pernikahan “J” dan “A” selesai dilaksanakan, maka keluarga “J” segera meninggalkan Kelurahan dan melanjutkan kehidupan keluarga mereka dengan bahagia.

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 150 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Ramadhan
Berita

Meningkatkan Iman dan Takwa Melalui Pesantren Kilat

Oleh: Tirani Larasati

Bulan Ramadhan tahun ini, diwarnai dengan banyak kegiatan untuk meningkatkan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semangat para PM di PSMP Handayani untuk menjalankan puasa tidak melemah hanya karena harus menahan lapar dan dahaga. Mereka berlomba untuk memperoleh makna dan pahala salam menjalankannya.

Pesantren kilat rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Para PM diberikan bimbingan mental spiritual dengan lebih intensif, mulai dari mendengarkan ceramah, tanya jawab dan diskusi, mengaji, cerdas cermat, lomba adzan, lomba bacaan shalat, lomba hafalan Qur’an, dan penunjukkan santri dan santriwati terbaik.

 

Pesantren kilat dibuka oleh Neneng Heryani selaku Kepala PSMP Handayani, beliau mengharapkan para PM untuk dapat memaknai bulan Ramadhan dengan lebih khidmat, lebih mendekatkan diri kepada Allah agar seluruh kesalahan dan dosa dapat diampuni oleh Allah SWT. Seluruh rangkaian Pesantren kilat diikuti oleh PM mulai tanggal 12 s/d 16 Juni 2017.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 197 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

NATAL DI NIAS

DALAM KORAN REPUBLIKA

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 215 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Kegiatan Pendampingan dan Advokasi Sosial
Berita

Natal di Nias Selatan

oleh: Maria Josefin Barus

 

Senin, 26 Desember 2016 ada yang berbeda di halaman kantor Bupati Nias Selatan di Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatera Utara. Hari Natal II ini, banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kembalinya 2 (dua) anak Nias yang telah 12 tahun keluar dari Pulau Nias dan tidak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya. Terkhusus keluarga besar “B” dan “H” yang telah hadir untuk dapat bertemu dengan anak-anak mereka yang sangat mereka rindukan. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Nias Selatan yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Bapak Firman Giawa, SH pada pukul 14.00 WIB bertempat di Aula Bupati Nias Selatan lantai 2. Bapak Firman Giawa sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat terus bekerja sama dengan Kementerian Sosial dalam hal ini PSMP Handayani untuk dapat mengembalikan anak-anak Nias yang diduga dipindahkan dari Nias dengan berbagai alasan.
Pada kesempatan ini, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Bapak Nahar menyampaikan bahwa diduga masih banyak anak-anak dari Pulau Nias yang terpisah dari keluarga. Bapak Direktur menyampaikan bahwa Kementerian Sosial cukup concern terhadap masalah anak dan siap membantu mempertemukan anak-anak yang saat ini masih terpisah dari keluarga. Ada tangis yang pecah dari “B” dan “H” juga dari Bapak Ibu “H” dan juga “B”. Keluarga menangis bahagia karena anak-anak yang lama dirindukan akhirnya dapat pulang ke Nias dan berkumpul dengan keluarga. Harapan keluarga, kedua anak dapat melanjutkan pendidikan kembali di Nias sehingga dapat meraih cita-cita mereka demi masa depan mereka. Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan melalui Bapak Prilyadi Duha selaku Kabid Sosial menyampaikan bahwa Bidang Sosial akan ikut membantu kedua anak dapat bersosialisasi di kampung halaman melalui para sakti peksos yaitu Ibu Tiara Permata dan Bapak Sondroro Zebua yang akan melakukan pendampingan bagi kedua anak tersebut. Natal kali ini menjadi yang terindah bagi keluarga “B” dan “H” karena mereka dapat merayakan Natal bersama dan berbagi sukacita natal setelah 11 kali merayakan natal di tempat yang terpisah jauh ribuan kilometer. Selamat natal dari kami di Nias Selatan, Selamat berkumpul bersama keluarga terkasih.
“Ya aho wu”

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 276 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Temu Penguatan Keluarga dan Anak
Berita

Membentuk Karakter Anak dengan Pola Asuh Terbaik

oleh: Tirani Larasati

 

Temu Penguatan Anak dan Keluarga yang kemudian disingkat menjadi TEPAK merupakan salah satu kegiatan di PSMP Handayani yang baru saja dilaksanakan pada tahun 2016 sebagai upaya membantu menekan jumlah ABH yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di era globalisasi, orang tua memiliki tugas yang lebih besar dalam memantau tumbuh kembang anak. Pola asuh yang diterapkan kepada anak dalam era ini, tidak bisa disama ratakan dengan pola asuh anak di era terdahulu. Pola asuh keluarga tentunya berpengaruh sangat besar dalam membentuk karakter seorang anak.

Beberapa daerah di Indonesia, dipilih untuk menjadi wilayah dimana dilaksanakannya kegiatan ini. Pertimbangan terbesar dalam pemilihan wilayah didasarkan pada hasil koordinasi dengan Lembaga daerah, pejajagan, dan observasi tim PSMP Handayani terhadap wilayah yang memiliki jumlah anak rentan berhadapan dengan hukum cukup banyak. Wilayah tersebut disekitar Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Visi dan misi yang dibawa dalam kegiatan ini yaitu memberikan perlindungan terhadap anak dari kenakalan/ tindakan kekerasan, memberikan pemahaman kepada orang tua untuk memberikan pola asuh terbaik bagi anak, dan membantu memenuhi kebutuhan hak dasar anak. Neneng Heryani selaku Kepala PSMP Handayani tidak bosan memaparkan hal tersebut dan berbagi dengan orang tua berkaitan dengan pencegahan kenakalan remaja. Seperti pada tanggal 23-25 Agustus 2016, TEPAK yang dilaksanakan di LKS-Kharisma Sumatera Selatan dapat berjalan lancar dan mengasyikan. Bersama dengan stakeholder (Dinas Sosial Prov. Sumatera Selatan, Sakti Peksos, Satgas PA, KBAI, TRC Kemsos, LKS) menambah semangat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Farid Afandi, yang tergabung dalam Satgas Perlindungan Anak sekaligus Wartawan untuk KBAI turut berbagi kisah masa kecilnya dan meliput kegiatan TEPAK dalam tema Tangisan dari Korban “Pengelem”, yang dapat dibaca pada link berikut: kbai.co.id/tepak-tangisan-korban-pengelem/

Selanjutnya, pada tanggal 6-8 September 2016 dengan mengemban visi dan misi yang sama dengan sebelumnya, TEPAK PSMP Handayani berlanjut di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara, dimana daerah tersebut terkenal dengan banyaknya anak-anak yang bermain dan bekerja di jalanan. Kemudian, TEPAK berlanjut di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat tepatnya di Kelurahan Pasirkaliki pada tanggal 20-22 September 2016, dimana di sekitar daerah tersebut sering terjadi kekerasan seksual maupun fisik kepada anak-anak. Rangkaian kegiatan TEPAK berakhir di Kecamatan Cipinang Besar Utara Jakarta Timur, dimana ligkungan tumbuh kembang anak di daerah tersebut sangat rentan berhadapan dengan hukum karena letaknya berdekatan dengan LAPAS Narkotika Cipinang Jakarta Timur. Melengkapi visi dan misi dalam kegiatan ini, pada akhir kegiatan di seluruh Indonesia, PSMP Handayani membantu memberikan tabungan anak yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hak dasar anak.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 430 )  (selengkapnya... | Nilai: 5)    
Seputar Pelayanan Jarak Jauh
Berita

ANAK INDONESIA HEBAT PART II

Oleh: Tirani Larasati

Tugas dan tujuan Negara untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berpendidikan, berkualitas, dan berbudi pekerti luhur masih terus berlanjut. Kementerian Sosial, dalam hal ini masih terus konsisten dan berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan pencegahan kenakalan remaja agar tugas dan tujuan Negara mencapai keberhasilan. Melalui PSMP Handayani, kegiatan pencegahan kenakalan remaja dilaksanakan dengan Pelayanan Jarak Jauh (PJJ) part II yang dilaksanakan di Kelurahan Pisangan Timur Jakarta. Menggandeng Dinas Sosial DKI Jakarta dan Sakti Peksos Jakarta Timur, PSMP Handayani siap untuk mencetak Anak Indonesia Hebat.

Rangkaian kegiatan PJJ dilaksanakan selama 3 hari, dimulai semenjak tanggal 27 hingga 29 Juni 2016. Peserta PJJ berjumlah 20 orang yang merupakan anak berusia 12-18 tahun yang memiliki catatan kenakalan atau pernah terlibat dalam permasalahan hukum. Pemberian materi seputar remaja, kenakalan remaja, cara mencegah, dan dampaknya masih terus disuarakan oleh Pekerja Sosial PSMP Handayani serta Kesehatan Reproduksi Remaja dan HIV/ AIDSpun menjadi materi penting yang turut disampaikan oleh Perawat PSMP Handayani. Di akhir kegiatan, seluruh peserta PJJ diberikan bantuan pemenuhan kebutuhan hak dasar anak berupa barang berjumlah Rp. 500.00 setiap anak, dimana barang pemenuhan kebutuhan hak dasar anak tersebut sudah disepakati bersama di awal kegiatan melalui asesmen kebutuhan.


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 253 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Seputar Hari Anak Nasional
Berita

Cahaya Hari Anak Nasional

Oleh: Tirani Larasati

Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli selalu menjadi hari yang membahagiakan bagi seluruh Anak Indonesia. Kementerian Sosial turut menggaungkan semangat Hari Anak Nasional dengan rangkaian kegiatan One Day for Children. Bertempat di Muara Angke, di hadiri oleh Khofifah Indar Parawansa selaku Menteri Sosial RI beserta Edi Suharto selaku Direktur Anak Kementerian Sosial bersama mengawal kegiatan ini. Kegiatan HAN menjadi salah satu wadah bagi Anak-Anak Indonesia untuk berekspresi, berkreatifitas, dan berani mengeluarkan pendapatnya. Gelak tawa dan senyum bahagia Anak-Anak Indonesia menghiasi kegiatan di kegiatan HAN ini. Beragam permainan dan cerita-cerita anak yang dipandu oleh Kak Seto serta penampilan-penampilan lainnya menambah keseruan dalam kegiatan ini.

Rangkaian One Day for Children berlanjut di salah satu Tempat Rekreasi Anak Indraloka Jakarta Timur bersama Neneng Heryani selaku Kepala PSMP Handayani dan seluruh staf serta seluruh Penerima Manfaat (PM) PSMP Handayani. Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial yang memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), PSMP Handayani menyuarakan "Stop Kekerasan Terhadap Anak" melalui Kampanye dengan berjalan kaki sekitar 800 meter dari PSMP Handayani menuju ke Tempat Rekreasi Anak Indraloka Jakarta Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan para PM, seperti: menari, bernyanyi, membaca puisi, stand up comedy, dan paduan suara. Selain itu, kegiatan semakin seru dengan penampilan sulap dan kegiatan berenang. Keceriaan PM saat merayakan Hari Anak Nasional hari ini tidak padam begitu saja ketika kegiatan , seluruh PM memaknai kegiatan ini dengan semangat dan cahaya baru untuk menggapai masa depan yang lebih baik lagi.

 

 

 


Dikirim oleh tirani  ( Reads: 241 )  (selengkapnya... | Nilai: 0)    
Hit

Kami sudah menampilkan
834190
halaman sejak October 2009


View All Feeds

Senin, September 19
· Seputar Pelayanan Jarak Jauh
Selasa, Agustus 02
· Seputar Kegiatan Ramadhan
· Seputar Treatment Rehabilitasi Sosial
Rabu, Juli 20
· Seputar Kegiatan Ramadhan
Selasa, Juni 21
· Seputar Sosialisasi
· Seputar Kunjungan Industri
· Seputar Pengembangan Sumber Daya Manusia
· Seputar Sosialisasi
· Seputar Upacara Bendera
Jumat, Juni 17
· Seputar Pengembangan Sumber Daya Manusia

Artikel Lama
Webmail Login
Intranet Dashboard
Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Jakarta
Center for Delinquent Children / Children in Conflict with the Law
Kementerian Sosial Republik Indonesia
Indonesian Ministry of Social Affairs
Jl. PPA Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur 13890
Phone/Fax. 021-8445679
Email : psmphandayani@kemsos.go.id